Ratusan Guru PAI se-Kabupaten Pasuruan Ikuti Diklat Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar

Wakil Bupati Pasuruan, Mujib Imron mengalungkan tanda kepesertaan diklat pendidikan kurikulum merdeka yang digelar di Gedung Serbaguna Pemkab Pasuruan, Senin (08/08/2022) siang

KBRN, Pasuruan : Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron (Gus Mujib) membuka Diklat Pendidikan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar (IKM) bagi ratusan Guru PAI (Pendidikan Agama Islam) se-Kabupaten Pasuruan yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Kabupaten Pasuruan, Senin (8/8/2022) siang.

Selain Wabup Mujib Imron, diklat tersebut juga dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, Syaikhul Hadi serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Hasbullah.

Dalam sambutannya, Gus Mujib mengatakan walaupun guru agama berada dibawah Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan, akan tetapi induknya sama.

Oleh karenanya, dengan digelarnya diklat ini, semua guru PAI diharapkan bisa menggali ilmu sebanyak-banyaknya.

“Mau tidak mau, suka tidak suka kita harus masuk ke kurikulum merdeka . Untuk itu mudah–mudahan melalui diklat ini semua guru PAI bisa mengikuti program program yang diajarkan dan dapat menggali sebanyak – banyaknya ilmu yang diajarkan," katanya.

Dijelaskan Gus Mujib, guru PAI memiliki peran cukup vital. Bukan hanya sebagai pendidik saja. Melainkan juga menjadi tauladan, pembimbing dan pengajar, sebagai administrator dan sebagai Pembina umat.

Oleh karenanya, untuk melengkapi perannya, ia meminta seluruh Guru PAI agar juga memiliki kompetensi sosial.

"Kompetensi sosial itu melengkapi peran seorang guru. Bagaimana bisa memberikan manfaat di luar tugasnya sebagai pendidik atau pemberi materi pendidikan. Tapi menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang banyak. Itulah hal yang melengkapi peran seorang guru," harapnya.

Tak selesai sampai di situ, Gus Mujib menegaskan bahwa dengan hadirnya Kurikulum Merdeka, setiap guru dituntut untuk mampu menggali skill dan kemampuan dari peserta didiknya.

Harapannya setelah mengikuti diklat ini, guru bisa menerapkan dan bisa mengimplementasikan di sekolahnya masing–masing.

"Kurikulum merdeka ini fokus kepada materi esensial dan menuntut fleksibelitas guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensi sesuai kemampuan peserta didik. Saya yakin semua guru sanggup untuk mengimplementasikannya di sekolah masing-masing," urainya.

Sementara itu, Kadispendik Hasbullah menambahkan bahwa Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran ekstrakurikuler yang beragam.

Dengan kurikulum ini, pembelajaran nantinya akan bisa dimaksimalkan agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetensinya.

“ Kurikulum merdeka ini dikembangkan dengan lebih fleksibel dan berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Karakteristik yang digunakan dalam kurikulum ini adalah pembelajaran berbasis proyek untuk pengembangan soft skill dan karakter sesuai profil pelajar pancasila," tambahnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar