Universitas Ma Chung Targetkan Miliki 5 Guru Besar Setahun ke Depan

KBRN, Malang : Universitas Ma Chung menargetkan bisa memiliki lima guru besar atau profesor baru yang dihasilkan sendiri oleh kampus setahun ke depan. Hal tersebut diungkapkan Rektor Universitas Ma Chung, Dr. Murpin Josua Sembiring, S.E., M.Si di sela kegiatan Dies Natalis Universitas Ma Chung ke-15 pada Kamis (7/7/2022). Saat ini, kampus yang berdiri tahun 2007 ini masih memiliki satu guru besar.

"Harapannya hingga tahun 2023 mendatang kita bisa punya lima profesor baru baru hasil dari Ma Chung sendiri, saat ini sedang proses menuju kesana," kata Josua. 

Ia menjelaskan, lima guru besar ini ada di sejumlah bidang keilmuan yang meliputi bidang IT, bidang ahli strategi manajemen, bidang pembangunan, bidang Bahasa Inggris, dan ahli UMKM. 

"Jadi dosen seperti perwira, lalu menjadi profesor itu ibarat jenderal. Sehingga kita berupaya mendorong dosen jadi jenderal. Mudah-mudahan dengan adanya kemudahan proses dari Dikti, target ini bisa terwujud. Karena kalau dulu persyaratannya cukup rumit dan sulit," ungkapnya.

Untuk mewujudkan target ini, pihaknya sudah melakukan pemetaan atau roadmap dan diskusi intensif. Meski diakuinya bahwa kendala yang paling besar adalah melakukan riset sesuai keilmuan dan riset yang harus dipublikasikan ke jurnal internasional bereputasi.

"Ini memang memakan waktu, pikiran dan biaya tinggi. Tetapi itu semua sudah kita siapkan. Agar Universitas Ma Chung bisa lebih diperhitungkan lagi meski usia kampus ini masih muda," tandasnya.  

Sementara itu, perayaan dies natalis Universitas Ma Chung digelar di Balai Pertiwi, dihadiri oleh segenap civitas akademika Universitas Ma Chung dengan para Pembina dan anggota dari Yayasan Harapan Bangsa Sejahtera.

“Jika dianalogikan sebuah pertumbuhan biologis manusia, usia 15 tahun adalah remaja, dimana remaja biasa mengalami sikap perilaku yang berubah-ubah, tidak pasti, rumit, ambigu. Hal ini juga terjadi di dalam dunia sekarang, yang dikenal dengan istilah the VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity,” ujar Josua.

“Perubahan itu dapat berjalan dengan bertahap, tapi ada kalanya terjadi secara cepat dan drastis, seperti yang terjadi pada Universitas Ma Chung pada masa pandemi Covid-19. Saya bersyukur bahwa segenap warga Universitas Ma Chung cukup mampu merespon dan beradaptasi dengan perubahan yang cepat ini," imbuhnya. 

Ia menambahkan, kerjasama yang dibangun secara kolaboratif dalam pendidikan yang berpengetahuan berketerampilan dan berkarakter akan mampu menaklukan tantangan di  VUCA. Sehingga tema Dies Natalis Universitas Ma Chung yang ke 15 adalah “Together Conquering the VUCA”.

Dalam kegiatan ini, juga disajikan orasi ilmiah bertemakan sains dan teknologi berjudul 'Implementasi Kecerdasan Buatan dalam Penguatan Precision Agriculture sebagai Masa Depan Pertanian Indonesia' oleh Dr. Kestrilia Rega Prilianti, M.Si yang merupakan dosen sekaligus Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ma Chung. Ini merupakan paparan yang diambil dari risetnya dalam mengembangkan teknologi dalam bidang Pertanian dalam usaha untuk memajukan pertanian Indonesia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar