Mahasiswi Lulusan Terbaik UM Ini Anggap Ikut Lomba Jadi Momen Healing

KBRN, Malang : Ada berbagai cara yang bisa dilakukan sebagai upaya relaksasi diri atau kerap disebut healing. Mahasiswa biasanya rekreasi, jalan-jalan atau sekedar menikmati suasana cafe untuk healing. Namun cara berbeda dilakukan Zahra Firdaus, salah seorang mahasiswi program studi S1 Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM).

Zahra yang dinobatkan sebagai lulusan terbaik bidang non akademik tingkat universitas dalam wisuda UM periode ke-112 ini menjadikan ajang lomba yang diikutinya menjadi momen healing.

Mahasiswi asal Pacitan ini mengaku, pandemi Covid-19 yang membuat perkuliahan menjadi sistem online atau daring membuatnya bosan. Sehingga ia berinisiatif mengikuti berbagai ajang perlombaan.

“Kuliah di FMIPA lumayan padat perkuliahannya dan jadwal praktikum, nah saya memilih lomba sebagai salah satu cara healing. Supaya belajar tidak hanya di kelas saja. Dengan ikut lomba saya bisa bertemu dan kolaborasi dengan teman-teman di kampus lain,” kata perempuan berhijab ini, Sabtu (24/6/2022).

“Terlebih lagi saat pandemi Covid-19 kan pembelajaran sering online, ikut lomba ini jadi obat buat saya karena bosan di rumah. Dengan lomba ini saya bisa mengasah softskill,” imbuhnya.

Dinobatkan menjadi lulusan terbaik di bidang non akademik, deretan prestasi diraih Zahra. Diantaranya meraih juara 1 lomba inovasi digital mahasiswa yang diselenggarakan oleh Kemendikbud Ristek di tahun 2020. Kemudian tahun 2021 ia menjadi juara 3 dalam event kejuaran serupa.

“Di tahun 2019 saya juara 3 Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) yang diselenggarakan oleh Kemendikbud Ristek. Kemudian tahun 2020 berhasil jadi juara satu KMI,” ungkapnya.

Selain itu, dia juga pernah meraih juara I dan juara III dalam lomba essai, serta sejumlah prestasi dalam perlombaan business plan mahasiswa.

“Saya juga sempat menerima hibah pendanaan untuk penelitian,” kata dia.

Bidang kewirausahaan yang dirintis Zahra Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) berupa pendanaan yang diterimanya. Ia diberi waktu 6 bulan untuk mengembangkan usaha, kemudian diseleksi, dan di satu universitas dipilih lima tim terbaik untuk maju di tingkat nasional.

“Untuk KMI yang pertama saya sempat ikut secara offline di Batam, kalau yang kedua hanya secara online. Bisnis kewirausahaan di Prodi Biologi ini berupa pembuatan infused water, yang saat ini usahanya dilanjutkan oleh adik tingkat saya yang tergabung dalam inkubator bisnis milik kampus,” ujarnya. 

Ke depan, Zahra mengaku ingin fokus di bidang iovasi digital mahasiswa, yakni media pembelajaran yang memudahkan siswa di masa pandemi. Dalam hal ini, ia menciptakan biochemistry virtual laboratorium.

“Produknya berupa aplikasi yang berfungsi untuk menggantikan praktikum offline di masa daring. Virtual lab bentuknya aplikasi untuk bio kimia uji makanan bagi pembelajaran siswa sekolah. Bentuknya seperti game cooking mama, jadi nanti kita bisa mengetahui hasil praktikum dan submit laporan praktikum lewat aplikasi ini,” paparnya.

Saat ini, aplikasi tersebut masuh dalam tahap ujicoba dan dimanfaatkan oleh siswa di SMPN 10 Malang.

“Aplikasi ini masih dalam ujicoba, karena tahun kemarin baru dibuat, tahun ini dapat hibah dan diujicobakan ke SMPN 10 Malang untuk proses penerapan,” pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar