Gagas Aplikasi Bahasa Isyarat, Mahasiswi UM Jadi Wisudawan Terbaik

Nor Laili, mahasiswi Program Studi S1 Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan UM yang menjadi wisudawan prestasi terbaik non akademik

KBRN, Malang : Universitas Negeri Malang (UM) kembali menggelar wisuda periode ke-111 secara luring pada Sabtu (28/5/2022) besok. Ratusan wisudawan hadir bersama orang tua di gedung Graha Cakrawala UM. Dari ratusan wisudawan, ada lima yang berhasil lulus dengan prestasi terbaik di bidang akademik dan non akademik.

Salah satunya adalah Nor Laili. Mahasiswi yang menempuh Program Studi S1 Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan UM ini menjadi lulusan dengan prestasi terbaik di bidang non akademik tingkat universitas. 

Berbagai prestasi dan keaktifannya dalam kegiatan kemanusiaan di level nasional maupun internasional membuat Nor Lali disebut menjadi salah satu wisudawan terbaik.

Salah satu karyanya yang kini bermanfaat adalah pembuatan aplikasi kamus bahasa isyarat untuk membantu komunikasi warga tunarungu. Aplikasi bernama Gesture Linguistic itu dibuat Nor Laili bersama kedua temannya Rachma Dian Novitasari dan Wahyu Pratama Putra. Aplikasi itu pernah ikut dalam kompetisi internasional.

“Atensi saya memang kegiatan yang bersifat kemasyarakatan seperti membangun suatu aplikasi kamus bahasa isyarat. Aplikasi itu saya ikutkan lomba mulai ide sampai perwujudan,” katanya, Jumat (27/5/2022).

Menurutnya, aplikasi tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat agar dapat berkomunikasi dengan warga tuna rungu. Dengan adanya aplikasi itu, tak perlu membawa kamus yang tebal.

“Ide ini berangkat dari keresahan kalau ke kampus bawa buku kamus yang tebal, kalau sekarang tidak perlu. Saat ini aplikasi sudah ada di playstore dan dipatenkan, sehingga sudah bisa digunakan oleh semua orang. Teman-teman dan dosen PLB UM juga pakai aplikasi itu,” ujar wanita berhijab ini. 

Selain menciptakan aplikasi Gesture Linguistic, Laili juga tercatat pernah menjadi volunteer Asian Para Games 2018, sering mengikuti lomba tingkat nasional hingga internasional, simposium kemahasiswa tingkat internasional, dan kegiatan lainnya.

“Saat ini saya juga ikut mengelola PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) untuk anak-anak kejar paket di Kediri, dan buka terapi anak berkebutuhan khusus yang punya hambatan berat seperti autis. Tetapi setahun ke depan saya juga berencana meneruskan kuliah S2,” tandasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar