Tingkatkan Pemahaman Produk Halal, UMM Gelar Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal

KBRN, Malang : Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan proses sertifikasi halal, Halal Centre Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal.

Kepala Pusat Kajian Makanan Aman-Halal UMM, Prof. Elfi Anis Saati mengatakan, agenda yang digelar pada 23-25 Mei itu adalah hasil kerja sama Pusat Studi Penelitian dan Pengembangan Produk Halal UMM, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag RI serta LPH-KHT PP Muhammadiyah. 

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan sinergisitas kegiatan bertema Halal Thoyib dan juga kompetensi stakeholder Muhammadiyah, utamanya di Malang dan Jawa Timur,” tuturnya, Rabu (25/5/2022).

Melalui kegiatan ini, Halal Centre Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dapat bekerja sama dalam proses pendampingan sertifikasi halal UMKM. Apalagi mengingat jumlah UMKM yang mencapai 62,5 juta. 

“Selain itu juga mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas pelatihan serta menyumbangkan aktivitas solutif berupa pendampingan,” kata dia.

Dalam paparannya, Elfi menegaskan bahwa pembuatan produk halal sangat baik untuk pasar Indonesia maupun global. Apalagi melihat bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, yakni sebanyak 240 juta. Bahkan mencapai 40% dari total penduduk Asean.

“Saat ini sertifikat halal sudah diakui oleh World Trade Organization (WTO). Selain itu halal juga sudha enjadi gaya hidup banyak orang dan mendorong tumbuhnya eknomi syariah. Produk halal juga berefek pada rasa aman yang dimiliki oleh apra konsumen muslim,” ujarnya.

“Maka dari itu, pemerintah, pengusaha, perguruan tinggi, serta lembaga penelitian harus mengupayakan percepatan pengembangan produk halal,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Elfi juga menjelaskan bahwa sampai saat ini terdapat 25% UMKM yang memiliki sertifikat halal, 58% mempunyai P-IRT, 38,24% memiliki MD namun belum melengkapi CPPOB (Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik). Maka dari itu, Pusat Kajian Makanan Aman-Halal UMM terus melakukan kegiatan penunjang sertifikasi halal. 

“Salah satunya dengan melaksanakan Lokakarya Keamanan dan Kehalalan Pangan dengan guru SMA Jawa Timur, UMKM Malang, Asosiasi Patpi dan Persagi, dan Mahasiswa. Ada juga Pelatihan uji deteksi cepat bahan makanan berbahaya, pengabdian ke SMA Kediri, Probolinggo, Pasuruan, termasuk pedagang martabak di Malang, serta membuat kantin sehat. Lebih dari itu kami juga selalu melakukan penelitian dengan luaran paten dan jurnal Nasional serta Internasional,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar