Pertamina Hulu Energi Gelar Survei Kebumian di Sepanjang Jabar Hingga Jatim

Mobil vibroseis ketika melintas di Kota Malang untuk melakukan perekaman data gambaran bawah permukaan bumi (Foto: Istimewa)

KBRN, Malang : Pertamina Hulu Energi melakukan penelitian soal pencitraan lapisan struktur bawah permukaan. Penelitian yang baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia ini dilakukan di tiga provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur atau sepanjang seribu kilometer. Dalam hal ini, Pertamina Hulu Energi mendapatkan mandat dari Kementerian ESDM. 

“Kegiatan penelitian survei kebumian 2D Vibroseis Sub-Vulkanik Jawa merupakan salah satu kegiatan komitmen Pertamina dalam melaksanakan program pemerintah,” kata Chief Technical Support Penelitian Kebumian 2D Vibroseis, Prabowo Cahyo Hendro, Senin (23/5/2022).

Ia menjelaskan, secara teknis tujuan utama dari survei ini adalah untuk mendapatkan gambaran bawah permukaan terutama pada area di bawah lapisan batu vulkanik sepanjang wilayah yang dilewati di tiga provinsi tersebut. Penelitian itu diawali di Ciamis Jabar sejak Agustus 2021 dan akan berakhir di Pasuruan. 

“Untuk area Jatim, kegiatan ini berlangsung sejak akhir Januari dan diperkirakan rampung akhir Juli 2022 dimulai dari Kabupaten Ngawi, Bojonegoro, Madiun, Ponorogo, Nganjuk, Jombang, Kediri, Tulungagung, Malang dan Pasuruan,” ungkapnya. 

Menurutnya, survei ini tidak jauh berbeda dengan pemeriksaan Ultrasonografi (USG) yang merupakan salah satu metode paling akurat dan umum digunakan untuk memeriksa kondisi bayi pada ibu hamil. Seperti halnya USG, survei kebumian ini juga merupakan metode untuk mendapatkan gambaran bawah permukaan bumi dengan menggunakan mobil vibroseis sebagai sumber getar dan receiver sebagai penerima gelombang.

“Mobil vibroseis bekerja dan melintas di jalan Kecamatan Blimbing, Klojen, Lowokwaru dan Sukun Kota Malang. Sementara di Kabupaten Malang melintas di jalan Kecamatan Sumbermanjing, Lawang, Singosari, Turen, Gondanglegi, Kepanjen, Pagelaran dan Pakisaji,” ujar Prabowo.

Agar masyarakat mengetahui survei ini, maka pihak Pertamina Hulu Energi telah melakukan sosialisasi di kota dan kabupaten yang menjadi lokasi survei. Hal ini untuk menjawab kekhawatiran masyarakat soal sumber getaran yang dirasakan akibat melintasnya mobil vibroseis. 

“Getaran ini memang bisa dirasakan, tetapi masyarakat tak perlu khawatir kami jami karena tidak akan menimbulkan dampak untuk bangunan. Selain itu, getarannya juga disesuaikan dengan kondisi jalan. Ketika melintas di permukiman padat penduduk dan melintas di sawah atau hutan getarannya berbeda,” tuturnya.

Lebih lanjut Prabowo mengungkapkan, secara teknis proses perekaman data dapat menjangkau hingga radius 300 meter di sisi kanan dan sisi kiri jalan. Sementara untuk kedalaman bisa mencapai 2 ribu hingga 3 ribu meter. 

“Ketika melakukan proses perekaman di jalan, kami juga didampingi pengawalan Dishub dan tenaga medis. Faktor alam seperti hujan deras terkadang membuat prosesnya tidak bisa dilakukan secara maksimal. Arus lalu lintas yang padat juga kadang membuat armada terpaksa menepi menunggu arus lalin tidak terlalu padat,” kata dia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mampu memberikan hasil terbaik dalam menambah data dan informasi kebumian di Jawa Timur khususnya di Indonesia. Sehingga ke depan masyarakat dapat merasakan manfaat dari hasil penelitian ini.

“Nanti hasil penelitian ini sepenuhnya akan kami serahkan Kementerian ESDM digunakan untuk kepentingan pemerintah. Untuk itu, demi kelancaran kegiatan, kami berharap bantuan dan dukungan setiap pemangku kepentingan yang ada agar survei ini dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan,” tandasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar