Akademisi UM Sebut Pendidikan Ekonomi Pilar Penting Kesejahteraan Bangsa

Gubes Bidang Pendidikan Ekonomi Fakultas Universitas Negeri Malang (UM), Prof. Dr. Hari Wahyono, MPd.

KBRN, Malang : Pendidikan ekonomi disebut sebagai salah satu faktor penting untuk meningkatkan kesehjateraan bangsa. Hal tersebut diungkapkan Guru Besar (Gubes) Bidang Pendidikan Ekonomi Fakultas Universitas Negeri Malang (UM), Prof. Dr. Hari Wahyono, MPd. Gagasan soal pendidikan ekonomi dan kesejahteraan dalam bingkai ekonomi Pancasila ini diusung dalam pengukuhannya sebagai guru besar.

Menurut Prof. Hari, kesehjateraan bangsa tergantung pada pendidikan ekonomi. Kondisi permasalahan bangsa seperti banyaknya korupsi, kemiskinan, dan masalah lain terjadi karena minimnya pendidikan ekonomi sejak dini.

“Kalau sekarang banyak pengangguran dan korupsi meningkat itu karena pendidikan ekonomi tidak digarap dengan baik," kata pria yang kerap disapa Ayong ini, Jumat (13/5/2022). 

Ia menilai, pendidikan ekonomi di Indonesia belum diberikan secara maksimal, baik itu di sektor informal, non formal dan formal. Di jenjang pendidikan SMA misalnya, yang diberikan pada siswa cenderung materi-materi ekonomi kapitalis dan liberal.

“Padahal Indonesia punya pendidikan ekonomi pancasila, yang pro ekonomi kerakyatan. Implementasinya ya melalui gerakan koperasi. Bahkan saya heran saat mengungkapkan gagasan soal ekonomi pancasila, banyak yang tidak tahu,” ungkapnya.

Ayong mengungkapkan, ekomomi pancasila layak dikaji secara ilmiah mengingat prinsipnya berbasis pada keberpihakan pada rakyat. Salah satu upayanya dengan memasukkan materi ekonomi pancasila ke kurikulum.

“Saya saat ini bergabung dengan asosiasi pendidik ekonomi. Organisasi ini tentunya bisa memberikan rekomendasi mengenai pendidikan ekonomi pancasila, sehingga gagasan ini bisa didengar oleh kementerian,” kata dia.

Memasukkan materi pendidikan ekonomi dalam kurikulum, masih kata Ayong, memiliki urgensi tersendiri yakni membentuk manusia sebagai warga yang memiliki perilaku ekonomi berkualitas.  

“Dengan memiliki pendidikan ekonomi yang baik, korelasinya mampu mencapai kehidupan ekonomi yang baik juga. Capaian kehidupan ekonomi yang baik tentunya membawa seseorang mampu meraih kesejahteraan," tandasnya. 

Melalui berbagai pemikiran itu, ia merekomendasikan beberapa hal. Diantaranya, melakukan pengembangan sinergi Prodi Pendidikan Ekonomi dengan Prodi lain yang relevan untuk mengembangan program-program pendidikan ekonomi jalur informal dan non formal. 

“Kemudian pengembangan matakuliah ekonomi Pancasila atau ekonomi kerakyatan untuk prodi pendidikan ekonomi,” tuturnya. 

Selanjutnya melakukan pengembangan program pembelajaran home economics untuk jenjang awal jalur pendidikan formal.

“Kemudian, adanya revitalisasi kurikulum pendidikan ekonomi di sekolah menengah pertama dan menengah atas, dengan memasukkan topik-topik altruisme, moralitas ekonomi dan ekonomi Pancasila atau ekonomi kerakyatan,” pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar