Dies Natalis ke-24, FTP UB Tingkatkan Internasionalisasi

KBRN, Malang : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) siap untuk meningkatkan eksistensinya di dunia internasional, menjadi kampus kelas dunia. Internasionalisasi itu dilakukan melalui berbagai upaya termasuk intens menyelenggarakan konferensi internasional hingga publikasi riset internasional. Hal tersebut diungkapkan Dekan FTP UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso di momen dies natalis FTP ke-24 yang diselenggarakan di gedung Samantha Krida UB, Rabu (26/1/2022).

Menurutnya, di tahun 2021 FTP UB sudah memiliki 11 program studi terakreditasi, satu diantaranya sudah terakreditasi internasional. "Di tahun 2021 juga, kita sudah divisit untuk akreditasi internasional, hasilnya menunggu dua bulan ke depan," katanya.

"Di saat bersamaan, enam 6 prodi sedang di submit dokumen untuk akreditasi internasional. Sehingga di tahun 2022 harapan kami hampir 100 persen FTP akan terakreditasi internasional," kata Prof. Imam.

Terkait konferensi internasional, pada tahun 2022 ini FTP UB akan menyelenggarakan seiap bulan berkolaborasi bersama sejumlah perguruan tinggi luar negeri. Sebelumnya, konferensi internasional hanya dilakukan sebanyak satu hingga dua kali saja dalam setahun.

"Konferensi internasional rutin kolaborasi dengan perguruan tinggi dunia untuk membangun reputasi dan atmosfir internasional," tuturnya.

Ia menambahkan, FTP UB kini juga mengembangkan laboratorium yang lebih maju untuk mendukung dosen-dosen melakukan publikasi guna meningkatkan akreditasi internasional.

"Karena keluhan dosen bahwa lab kita kurang update, saat ini kita fasilitasi laboratorium yang lebih maju. Harapannya riset bisa dipublikasikan di luar, sehingga nanti baik untuk pengajuan grade dan publikasi internasional. Apalagi kita punya program setiap dosen satu penelitian dan satu pengabdian," ujarnya.

Selain upaya internasionalisasi, Prof. Imam menambahkan bahwa di usia ke-24, FTP saat ini telah mampu mencapai sejumlah prestasi. Yakni menjadi zona integritas wilayah bebas korupsi dari Kemenpan RC.

"Kita satu dari lima universitas di Indonesia yang mendapat penghargaan. Kita selama beberapa tahun terakhir juga menjadi pengusul paten terbanyak di UB yang notabene memperoleh predikat sebagai universitas pengusul hak paten terbanyak di Indonesia," tandasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar