Universitas Brawijaya Bersiap Kuliah Hybrid Mulai Februari

Simulasi kuliah hybrid di Filkom UB

KBRN, Malang : Universitas Brawijaya bersiap untuk menerapkan metode kuliah secara hybrid atau kombinasi antara daring dan luring. Sistem perkuliahan hybrid itu direncanakn mulai diterapkan pada semester depan atau bulan Februari mendatang.

“Semester depan kita pakai model hybrid, mahasiswa boleh mengikuti perkuliahan dari rumah, atau datang ke kampus,” kata Rektor UB, Prof. Nuhfil Hanani, Senin (24/1/2022).

Namun untuk mahasiswa yang datang ke kampus diwajibkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Selain itu, mahasiswa yang berasal dari daerah dengan penyebaran Covid-19 yang relatif tinggi, tetap tidak diperbolehkan datang ke kampus alias tetap mengikuti perkuliahan secara daring.

“Mahasiswa yang boleh datang ke kampus juga harus yang sudah divaksin. Tetapi saya yakin hampir semua mahasiswa UB sudah dibaksin, karena beberapa bulan lalu didata sudah 93 persen yang divaksin. Kalau saat ini jumlahnya pasti lebih banyak,” tutur Nuhfil. 

Menurutnya, saat ini fakultas di UB yang dinilai telah siap menerapkan sistem perkuliahan secara hybrid adalah Fakultas Ilmu Komputer (Filkom). Untuk itu, pihaknya meminta fakultas lain meniru Filkom dalam hal penataan dan teknologi kuliah hybrid.

“Filkom sudah siap, jadi fakultas lain bisa meniru. Untuk kapasitas mahasiswa yang boleh kuliah luring tentu saja terbatas menyesuaikan kapasitas di dalam ruang kuliah di masing-masing fakultas,” ungkapnya.

Dinilai telah siap dari sisi infrastruktur dan teknologi, Filkom UB telah melakukan uji coba kuliah hybrid sejak pekan lalu. Di sejumlah ruang kelas, sejumlah alat untuk menunjang perkuliahan hybrid telah siap.

“Kita konfigurasi ruangan seperti ini, pakai TV khusus, ada komputer yang connect dengan zoom. TV atau layar sebagai pengganti papan tulis yang terkoneksi dengan sistem. Sebenarnya bisa papan tulis biasa tapi harus ada perangkat yang dapat menangkap ke sistem,” tutur Wakil Dekan I Bidang Akademik Filkom UB, Dr. Eng. Herman Tolle.

Selain itu, di kelas juga terpasang kamera kecil yang bisa mengikuti pergerakan dosen saat mengajar. Sehingga mahasiswa yang mengikuti proses perkuliahan di rumah bisa mengikuti pembelajaran dengan efektif.

“Kita simulasikan karena rektor menilai Filkom sudah bagus dan bisa dicontoh fakultas lain. Setelah ini kami juga akan ada pelatihan dosen. Kita minta juga feedback dari mahasiswa yang mengikuti zoom dari rumah bagaimana,” tutur Herman.

Saat perkuliahan hybrid, 50 persen mahasiswa akan berada di kelas mengikuti perkuliahan luring. Sedangkan 50 persen lainnya mengikuti secara daring. Herman mengungkapkan jika pihak kampus bakal mengatur jadwal, supaya tidak semua kelas masuk bersamaan.

“Untuk daya tampung mahasiswa setiap kelas sekitar 30 orang. Yang terpenting setiap mahasiswa ada jarak minimal satu meter,” ujarnya. 

Saat ini terdapat 18 kelas di gedung Filkom yang tersedia. Sebanyak 8 kelas diantaranya telah siap digunakan untuk perkuliahan hybrid dengan berbagai peralatan dan teknologinya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar