Techibition BI Malang, Ajang Ekosistem Start Up Malang

KBRN, Malang : Selama dua hari kedepan yakni tanggal 22-23 Januari 2022 para pelaku Ekonomi kreatif (Ekraf) di Kota Malang berkesempatan menampilkan hasil produknya berupa aplikasi maupun game di ajang Techibition di Hotel Atria, Kota Malang.

Acara Techibition 2022 yang dipersembahkan khusus oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang dengan menggandeng berbagai stakeholders ini merupakan ajang berkumpulnya ekosistem starup untuk membangun jejaring dan kebersamaan dan juga untuk mendukung pemulihan ekonomi dikala pandemi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, Azka Subhan Aminuridho mengungkapkan, Kota Malang dinobatkan sebagai Kota paling kreatif sejak tahun 2019 dan ditahun 2021 dinobatkan kembali sebagai Kota paling kreatif di bidang aplikasi dan game. Untuk itulah momen yang sangat baik ini bisa menjadi ajang untuk meningkatkan dan mengembangkan start up baik yang baru memulai ataupun yang sudah lama berkecimpung di dunia ekraf ini.  

" Dua hari ini kita manfaatkan saling berinteraksi saling membangun relasi dari berbagai unsur di ekosistem starup dari berbagai unsur pengemban ekonomi kreatif berbasis digital agar kedepan akan semakin baik, apalagi ada gedung Malang Creative Center (MCC) yang dibangun sebagai rumah bersama starup," tutur Azka,  Sabtu (22/1/2022).

Pria yang bakal mengakhiri masa jabatannya sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang di bulan ini berharap, dengan modal itulah kedepannya Kota Malang menjadi Kota terdepan bahkan mungkin moncer dalam pengembangan ekonomi kreatif.

"Bersama dari setahap demi setahap kita membangun Kawasan Ekonomi Khusus Singosari yang tujuannya untuk pengembangan ekonomi  kreatif dan pariwisata," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Budi Hanoto. Menurutnya, ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor yang mampu berkontribusi dalam perekonomian Nasional bahkan terus meningkat hingga 7,13 persen di tahun 2021.

"Dengan adanya Covid-19 subsektor ini memberikan tempat yang baik terutama ekonomi kreatif," urainya.

Lebih jauh diungkapkan Indonesia ini menjadi market game terbesar dunia dan ini lebih banyak diproduksi Tiongkok hal ini karena game-game lokal masih kurang menarik khususnya di dari sisi desain maupun alur ceritanya untuk itu perlu dilakukan improvement. Selain itu juga promosinya masih kurang untuk itu di ajang ini  bisa menjadi tempat promosi.

"Namun kita juga patut berbangga karena ada  game lokal yang bagus buatan anak perusahaan Telkom yang sudah diunduh lebih dari 1 juta dan memiliki potensi besar karena sudah dilombakan di event besar, seperti Piala Presiden," terangnya.

Untuk itu lanjutnya, ini menjadi PR bersama untuk perlu dikembangkan dan dioptimalkan talenta SDM ini mampu memenuhi kebutuhan pasar. Selain itu pembiayaan oleh bank juga harus dilakukan untuk menunjang kebutuhan IT mereka.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiajii yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan, ini bukti komitmen Pemkot Malang untuk  para anak muda start up dengan membangun rumah kreatif MCC.

"Malang akan menjadi barometer aplikasi dan game di Indonesia. Ini menjadi tantangan anak muda terlebih hal itu pernah dilontarkan oleh Presiden RI Jokowi," kata dia.

"Untuk itu, saya ucapkan terimakasih kepada pak Azka yang terus mendorong ekonomi kreatif yang luar biasa dan para perbankan karena juga mengawali ekonomi Kota Malang, jadikan kita sebagai pelaku di Indonesia bukan sebagai penonton," imbuhnya.

Untuk diketahui, dalam ajang techhibition turut memberikan sambutan melalui zoomeeting Sandiaga Uno (Menteri Parekraf RI) dan Ir. Andreas Eddy Susetyo, MM Anggota Komisi XI DPR RI sebagai narasumber.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar