SMK di Kota Malang Masih Terapkan PTM 50 Persen

Foto : Istimewa

KBRN, Malang : Sejumlah sekolah di Kota Malang telah menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Namun sebagian lainnya masih menerapkan secara terbatas guna mencegah penyebaran Covid-19. Salah satunya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Malang yang masih menerapkan PTM 50 persen.

Kepala SMKN 3 Malang, Dra. Lilik Sulistyowati, MSi. mengatakan, sebenarnya pihak sekolah sejak Oktober 2021 telah melakukan berbagai upaya dan persiapan agar siswa bisa belajar secara tatap muka.

“Pihak sekolah terus mempelajari agar bisa semakin meningkatkan jumlah siswa yang luring. Karema keluhan orang tua yang menganggap anaknya justru main game kalau daring. Meskipun selama ini meski daring guru terus memandu siswanya,” kata Lilik, Senin (17/1/2022).

Namun pihaknya mengakui jika masih ada rasa kekhawatiran menerapkan PTM 100 persen mulai Januari ini. Pasalnya, proses pembelajaran siswa SMK berbeda dengan siswa SMA, mengingat proses pembelajaran SMK yang lebih banyak praktik dibandingkan teori.

“Kalau saat ini tidak bisa 100 persen, kami masih agak khawatir mengingat lokal SMKN 3 tidak seluas sekolah yang lain. Saat ini kami masih PTM 50 persen. Kita banyak praktik, sehimgga kemungkinan anak bersinggungan lebih banyak daripada pelajaran  teori,” ungkapnya.

Pihaknya berharap pada Februari mendatang, jumlah siswa yang dapat melakukan PTM bisa ditingkatkan hingga 80 persen. Meskipun untuk seluruh guru saat ini telah bekerja 100 persen di sekolah. 

“Bulan ini masih 50 persen, itu pun harus dengan izin ortu yang cenderung mengizinkan anaknya untuk ikut pembelajaran luring,” tuturnya.

Ia pun memastikan penerapan protokol kesehatan dilakukan secara ketat selama proses pembelajaran di sekolah. Setiap siswa yang datang ke sekolah harus menjalani pemerikaan suhu tubuh di gerbang, mencuci tangan, memakai masker. Setiap ruang pembelajaran juga rutin disemprot disinfektan.

“Sementara ini kantin masih ditutup, jadi anak-anak kita sarankan bawa bekal ke sekolah. Terkait prokes sejauh ini anak-anak nurut,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar