Butterfly Hug, Pereda Kegalauan Ibu-ibu Rumah Tangga

Oleh PMM Kelompok 18 Gelombang 16 2021, Universitas Muhammadiyah Malang

KBRN, Malang : Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM). Salah satunya di momen kegiatan rutin bulanan ibu-ibu PKK Desa Sumbersuko, Dampit yang bertemakan ‘Pembuatan Kering’. 

Dalam kegiatan ini mahasiswa PMM-UMM ikut andil untuk memberikan terapi psikologi sederhana yakni penerapan Butterfly Hug. Sebelum pemberian edukasi mengenai Butterfly Hug, ibu-ibu mengikuti praktik demo mengenai cara pembuatan kue kering yang di ulas dalam artikel yang berjudul “Mendobrak Kreatifitas Ibu-Ibu PKK bersama PMM-UMM” .

Kegiatan ini pun disambut antusias ibu-ibu PKK. Hal itu terlinat ketika mereka cukup aktif dalam meramaikan acara melalui tanya jawab. Saat diberikan pertanyaan mengenai emosi, ibu-ibu PKK menjawab emosi merupakan suatu amarah yang keluar ketika marah, sehingga dalam pengertian emosi tersebut perlu diluruskan jika emosi ialah suatu reaksi yang diberikan oleh individu dengan melibatkan pengalaman, perilaku, reaksi wajah, dan tubuh.

Dalam hal ini, emosi tidak hanya mengenai marah namun bahagia dan malu pun juga termasuk dalam emosi. Menurut Ekman (1972) emosi digolongkan menjadi 6, yaitu marah, muak, takut, bahagia, sedih, dan kaget. Kemudian pada tahun (1999) Ekman menjelaskan jika emosi dibagi menjadi 17 macam yaitu girang, marah, jijik, suka, muak, malu, senang, yakut, merasa bersalah, bahagia, bangga, lega, sedih, puas, senang, memalukan, dan kaget. Ketika diberi penjelasan secara singkat mengenai emosi dan cara pengelolaannya, ibu-ibu PKK berkata jika membutuhkan terapi pengolahan emosi secara sederhana tersebut karena banyak ibu-ibu yang melontarkan ucapan jika terdapat beberapa anggotanya yang sering merasa sedih, galau, dan marah-marah ketika menghadapi permasalahan dalam rumah tangganya, sehingga perlu diberikan edukasi penerapan Butterfly Hug.

Butterfly Hug sendiri merupakan suatu bentuk terapi yang dilakukan secara mandiri oleh individu untuk meredam suatu emosi negatif seperti amarah, atau kecemasan agar membuatnya lebih tenang. Teori ini dikembangkan oleh Lucina Artigas dan Ignacio Jarero pada tahun 1998.  

Adapun langkah-langkah yang digunakan untuk melakukan teknik terapi Butterfly Hug :

1. Silangkan kedua tangan didepan dada, letakkan mmasing-masing ujung jari tangan diatas lengan.

2. Tutup kedua mata secara perlahan, atur pernapasan, fokuskan pikiran kepada hal-hal positif atau membahagiakan yang membuat diri bisa merasa lebih tenang.

3. Lakukan gerakan menepuk bahu secara perlahan hingga tangan terlihat seperti sayap kupu-kupu.

4. Lakukan gerakan tersebut secara berulang dan tetap mengatur pernapasan perut hingga diri menjadi lebih tenang.

Dengan pengedukasian penerapan Butterfly Hug tersebut diharapkan masyarakat Desa Sumbersuko, terutama ibu-ibu dapat mengolah emosinya dan mencotohkan cara pengelolahan emosi kepada anak-anak sejak dini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar