Menyasar 2 Ribu Responden, BPS Bakal Gelar Survei Biaya Hidup

Kepala BPS Kota Malang, Erny Fatma S.

KBRN, Malang : Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang akan menggelar survei biaya hidup (SBH) mulai awal Desember 2021 mendatang. SBH tersebut dilakukan selama lima tahun sekali untuk mengetahui bobot atau paket komoditas yang menjadi dasar untuk menghitung angka inflasi di setiap wilayah.

“Survei ini dilakukan oleh BPS se-Indonesia yang selama ini menjadi daerah penghitung inflasi,” kata Kepala BPS Kota Malang, Erny Fatma Setyoharini, Minggu (28/11/2021).

Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir BPS menghitung angka inflasi berdasarkan hasil SBH pada tahun 2018 lalu.

“SBH sebelumnya tahun 2018 dirasa sudah tidak relevan lagi. Karena pola konsumsi masyarakat berubah. Penghasilan dan selera masyarakat berubah seiring perkembangna teknologi. Sehingga surveinya juga perlu diperbarui,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pada Desember nanti pihaknya akan mulai melakukan pemutakhiran data responden yang akan disurvei. Ada 75 petugas survei yang akan menyebar pada 5 kecamatan di wilayah Kota Malang. 

“Ada 2 ribu sample yang terbagi menjadi 4 triwulan. Ini survei terpanjang, pendataan dimulai dari Januari hingga Desember 2022,” tutur wanita yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BPS Kota Blitar ini.

Dengan hasil survei itu, sambung Erny, nanti akan didapatkan paket komoditas yang lebih akurat. Misalnya, jumlah bobot beras, serta kebutuhan lainnya.

“Pada SBH sebelumnya, mungkin bobot HP atau kebutuhan paket data masih kecil. Tetapi di masa perkembangan teknologi dan pandemi seperti saat ini bobotnya pasti besar. Hal-hal seperti itulah yang akan dihasilkan di SBH 2022,” katanya.

Untuk itu, BPS Kota Malang akan segera berkoordinasi dengan Wali Kota Malang dan jajarannya agar menginstruksikan pada warga untuk turut mensukseskan SBH 2022.

“Kami imbau apabila ada petugas survei yang datang, agar diterima dengan baik dan dijawab dengan jujur. Agar hasil survei yang dihasilkan benar. Tidak perlu khawatir karena kami pastikan petugas benar-benar sehat, sebelum survei mereka menjalani tes antigen, membawa surat sehat dan surat tugas, serta dibekali dengan APD lengkap,” pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar