Dapat Tawaran Ekspor, Mahasiswa UB Berhasil Lestarikan Hewan Terancam Punah

KBRN, Malang : Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang berhasil mengembangbiakkan hewan yang terancam punah Axolotl. Pengembangbiakan itu dilakukan dengan upaya agar Axolotl mampu beradaptasi dan hidup di lingkungan dengan parameter Indonesia bernama AQUAXO. Upaya itu pun membuahkan hasil dengan adanya tawaran untuk ekspor ke beberapa negara seperti Arab, Malaysia, India, dan China.

Mereka adalah Daffa Khairan(FPIK), Brillian Prastica(FPIK), Muhammad Setiawan Gusmi(FPIK), Rere Tara Mahameru (FPIK) dan Ali Akbar (FILKOM) di bawah bimbingan dosen Mochammad Fattah, S.Pi., M.Si.

Ketua tim mahasiswa, Daffa Khairan mengatakan,  Axolotl memiliki bentuk yang unik, sekilas seperti naga namun memiliki bentuk wajah tersenyum sehingga sering dikenal juga dengan sebutan ‘Smiling Salamander’.

“Hewan ini juga digunakan dalam penelitian ilmiah karena mereka memiliki kemampuan unik yaitu mampu meregenerasi hampir seluruh anggota tubuh. Namun Axolotl sulit hidup di Indonesia dikarenakan parameter untuk memijahnya yang berbeda dari kebanyakan ikan lainnya,” kata Daffa, Selasa (26/10/2021).

Hewan tersebut sulit hidup di Indonesia lantaran Axolotl merupakan hewan endemic Mexico dengan  habitat di danau Xochimilco dengan tinggi 2.240 mdpl, sehingga memiliki parameter air yang berbeda terlebih pada suhu air.

“Namun tim kami berhasil membudidayakan hewan endemik ini. Bahkan dalam satu kali produksi dapat menghasilkan ratusan telur,” ujarnya.

Lebih lanjut Daffa mengungkapkan, AQUAXO memiliki visi untuk dapat melestarikan dan mengembangkan komoditi unik ini dengan menggunakan tehnologi yang dikembangkan yaitu dengan water closed  loop chiller system.

“Axolotl yang AQUAXO kembangkan memiliki daya tahan yang lebih kuat. Hal ini disebabkan karena Axolotl sudah berhasil adaptif dengan parameter yang ada di Indonesia sehingga sangat memungkinkan untuk memiliki Toothless ini dirumah kalian. Selain itu, perawatan yang cukup mudah menjadikan Axolotl pilihan keren untuk memiliki nya diruma," ungkapnya.

Dalam proses perawatannya di rumah, Axiotol diletakkan di dalam akuarium kaca menggunakan Water Chiller yang berfungsi untuk memanipulasi parameter suhu, karena Axolotl membutuhkan suhu sekitar 18-20 derajat untuk memijah dan 16-28 derajat untuk rentang hidup.

“Pada masa pembesaran perlahan akan dinaikan suhunya agar Axolotl bisa beradaptasi dengan parameter tropis khususnya di Indonesia. Dapat dikatakan bahwa Axolotl hasil breeding AQUAXO memiliki kualitas yang tinggi dibandingkan Axolotl diluar karena mampu beradaptasi disuhu tropis bahkan hingga 28 derajat,” ujarnya.

Dengan hadirnya AQUAXO diharapkan mampu memberikan variasi baru pada komoditas ikan hias di Indonesia sekaligus menembus pasar ekspor demi mengangkat potensi perikanan Indonesia.

“Saat ini permintaan AQUAXO lumayan tinggi, baik dari pasar domestik maupun dari luar. Dari domestik batch 1 kemarin langsung terjual habis dan profit sampai Rp 9 juta rupiah. Dari luar negeri sudah ada permintaan 1000+ axolotl untuk di ekspor," tandas Daffa.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai AQUAXO, bisa didapatkan di akun Instagram @aquaxo.id atau website www.aquaxo.id serta marketplace online yaitu Tokopedia Aquaxo Indonesia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00