Dosen UMM Latih Masyarakat Manfaatkan Limbah Jadi Pakan Unggas

KBRN, Malang : Tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menberi pelatihan pengolahan limbah rumah tangga menjadi pakan burung kepada warga di Desa Mulyoagung, Kabupaten Malang. Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) ini berlangsung selama empat bulan terakhir.

Salah seorang tim dosen UMM, Bustanol Arifin, S. Pd., M. Pd., mengatakan, dalam program ini mereka menggandeng kelompok Chang Bird Farm dan Veloved Bird. Selain itu, program pembuatan pakan kali ini tim dosen juga turut memberdayakan ibu-ibu desa Mulyoagung. Berbeda dari program sebelumnya yang berfokus pada budidaya maggot untuk pakan burung, di program kali ini Arifin dan tim berfokus untuk membuat pakan burung dari limbah rumah tangga.

“Pakan ini kami pilih melihat banyaknya limbah rumah tangga yang cukup banyak. Adapun limbah tersebut meliputi makanan dan sayuran sisa konsumsi sehari-hari. Hal ini juga sebagai upaya untuk mengurangi limbah rumah tangga yang ada di masyarakat,” ungkap dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan tersebut, Jumat (22/10/2021).

Ia mengungkapkan, dalam kegiatan ini para peserta diajari bagaimana membuat pakan burung. Mulai dari pengolahan bahan sampai menjadi pelet hingga proses pemasaran ke masyarakat luas. Dalam proses pembuatannya, tim dosen menggunakan tiga mesin utama yaitu alat pencetak palet, oven, serta alat pengemasan. 

“Penggunaan alat ini bertujuan untuk mempercepat proses produksi yang biasanya memakan waktu harian menjadi hitungan jam saja,” tuturnya.

Menurut Arifin, pakan burung ini dibuat dari limbah sampah rumah tangga yang memiliki kadar protein cukup tinggi. Hal ini akan bermanfaat bagi pertumbuhan burung peliharaan. Selain dapat digunakan untuk burung, pakan ini juga dapat digunakan untuk hewan unggas lainnya. Dalam program ini Arifin dibantu oleh dua dosen lainnya yaitu Drs. Amir Syarifuddin, MP. dan Frendy Aru Fantiro, S.Pd., M.Pd. Meski sudah selesai memberi pelatihan, tim ini akan terus memantau perkembangan para peserta. 

“Saat ini masyarakat berhasil memasarkan pelet buatannya secara online dengan cukup baik. Ke depannya tim ini akan terus mengembangkan keterampilan masyarakat dengan  membuat kelas lanjutan untuk produksi pelet ikan,” ujarnya.

Pihaknya pun berharap pelatihan ini dapat dikembangkan dengan baik oleh masyarakat. Tidak hanya terbatas pada pakan burung dan unggas tetapi juga pakan-pakan lainnya. 

“Selain itu kami juga ingin program-program yang kami lakukan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00