Mahasiswa UB Olah Ikan dan Singkong Jadi Sosis Kaya Gizi

KBRN, Malang : Lima mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB) berhasil membuat inovasi produk olahan daging ikan yang aman bernama Sosis BASUKE (Barakuda Singkong dan Daun kelor). Sosis BASUKE merupakan sebuah produk pangan berbahan baku Ikan Barakuda, singkong dan daun kelor yang menggunakan bahan pengawet  dari cangkang atau karapas udang. 

Inovasi ini berhasil ditemukan oleh Surya Rachman Susilowati, Erviana Shinta Dewi, Surya Dewa Ramadhan, Lalu Octavian Diandra P dan Yesica Wulanda Eka P.

"Ikan barakuda mengandung vitamin B2 yang berperan dalam menjaga sistem syaraf agar berjalan normal, membantu memperlancar metabolisme, menyembuhkan radang kulit, mencegah penyakit jantung dan baik bagi kesehatan mata," kata anggota tim, Surya, Sabtu (31/7/2021).

Selain ikan barakuda, olahan sosis itu juga mengandung daun kelor dan singkong. Daun kelor digunakan karena memiliki kandungan gizi yang baik untuk keesehatan berupa protein, karbohidrat, zat besi, magnesium, dan Vitamin A. 

“Sementara singkong kaya akan zat besi, Energi, Fosfor, kalium, karbohidrat  dan lemak serta difortifikasi kitosan yang berfungsi sebagai bahan pengawet alami,” ungkapnya.

“Selain itu kulit udang juga mengandung protein hingga 40%, kalsium karbonat 40-50%, dan kitin 20-36,61% sehingga dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme perusak, kitosan juga melapisi produk yang diawetkan, sehingga terjadi interaksi yang minimal antara produk dan lingkungan,” imbuhnya.

Surya mengatakan, ide pembuatan Sosis BASUKE karena melihat maraknya peredaran makanan olahan di pasaran yang tidak aman. Salah satunya mengandung bahan pengawet berbahaya seperti nitrit. 

“Bahan yang berbahaya menimbulkan keraguan terutama pada anak-anak dan masyarakat penggemar sosis. Sebuah penelitian mengatakan bahwa nitrosodimetilamin yang merupakan hasil reaksi nitrit dapat menyebabakan kerusakan pada hati. Selain itu, sifat karsinogenik bisa memicu berkembangnya sel kanker," tuturnya

Sosis BASUKE dikemas dalam kemasan plastik vacuum yang hampa udara, sehingga makanan lebih tahan lama dan mampu menekan pertumbuhan bakteri dan terhindar dari pertumbuhan mikroba.

“Proses oksidasi dan kerusakan pada produk dapat dihindari karena jenis kemasan ini kedap udara sehingga dapat menjamin kualitas dari bahan-bahan atau produk yang dibungkus di dalamnya,” tutur Surya. 

Saat ini, Sosis BASUKE juga sedang dalam tahap uji proksimat di Universitas Muhammadiyah Malang, pengurusan Hak Kelayakan Intelektual, pengajuan sertifikat dan logo halal dari MUI dan pengajuan BPOM. Kini produk dibwah bimbingan Qurrota A`yunin, S.Pi.,MP.,M.Scsudah bisa didapatkan di laman marketplaceShopee dan Tokopedia dengan nama basuke.id. dengan harga yang terjangkau. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00