Gagas Pengolahan Limbah Pertanian, ITN Malang Raih Hibah ‘Kedaireka’ Dirjen Dikti

KBRN, Malang : Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang berhasil meraih Matching Fund Kedaireka (Kedaulatan Indonesia dalam Reka Cipta) yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbud RI. Matching Fund adalah bentuk nyata dukungan dari Kemendikbud RI untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara Insan Dikti (lembaga perguruan tinggi) dengan pihak industri.

Hibah tersebut didapatkan setelah tim yang terdiri dari Dr. Nanik Astuti Rahman, ST. MT; Mohammad Istnaeny Hudha, ST. MT; Rini Kartika Dewi, ST. MT; Dwi Ana Anggorowati, ST. MT; Faidliyah Nilna Minah, ST. MT; Ghoustanjiwani Adi Putra, ST. MT; dan F.X. Ariwibisono, ST. M.Kom. mengimplementasikan pengolahan limbah pertanian di Desa Sumberejo Batu untuk menunjang perencanaan eduwisata ekologi. 

Ketua pelaksana, Dr. Nanik Astuti Rahman, ST., MT mengatakan, gagasan yang menyebabkan ITN Malang mendaptkan Kedaireka adalah alih teknologi dalam pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbasis limbah sayuran. Dengan begitu, limbah sayuran yang tak terpakai memiliki nilai guna bagi petani sayur.

“Di Desa Sumberejo Batu, setiap harinya terdapat 5 ton limbah sayuran yang berpotensi mencemari 24 desa di sekitarnya. Dengan pengolahan limbah sayuran menjadi pupuk, diharapkan mampu menjadi solusi permasalahan limbah sayuran,” kata Nanik, Kamis (22/7/2021).

Selain itu, pengolahan limbah sayuran menjadi pupuk organik ini juga seiring dengan program eduwisata berupa wisata petik sayur yang diterapkan di desa tersebut.

“Jadi mengkombinasikan pengolahan limbah di kawasan eduwisata. Bahkan di tahun 2025 mendatang kami targetkn adanya digitalisasi eduwisata di wilayah tersebut,” tuturnya.

Ia menambahkan, saat ini produksi POC memang masih khusus digunakan di Desa Sumberejo Batu. Namun ke depan, diharapkan teknologi pengolahan POC juga bisa digunakan di luar daerah tersebut.

“Sehingga tercipta swasembada pupuk, juga mengurangi penggunaan pupuk kimia,” ujar Nanik.

Selain meraih matching fund Kedaireka, Teknik Kimia S-1 ITN Malang juga lolos dua program hibah lainnya. Yakni Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) 2021, dan PKM-GT 2021. Ketua Prodi Teknik Kimia ITN Malang, 

Mohammad Istnaeny Hudha, ST. MT., mengaku senang bisa meraih hibah tersebut.

“Meski di tengah pandemi, ini adalah prestasi yang membanggakan, dimana dosen dan mahasiswa masih bisa berpartisipasi dengan program Dirjen Dikti,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00