UMM Salurkan Hewan Kurban ke Lapas dan Warga Malang Raya

KBRN, Malang : Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyalurkan bantuan hewan kurban menyambut Hari Raya Iduladha 1442 H. Kali ini, belasan ekor kambing dan dua ekor sapi disalurkan pada pihak desa hingga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang ada di Malang Raya. 

Kukuh Dwi Kurniawan, ketua panitia pelaksana menjelaskan, satu ekor lembu didistribusikan ke Lapas kelas IA Lowokwaru dan satu lainnya akan didistrubiskan ke Lapas Perempuan kelas II A Sukun, Malang.

“Sementara sebanyak lima belas kambing akan diberikan ke beberapa wilayah dan pihak yang membutuhkan,” tuturnya, Senin (19/7/2021).

Kukuh, panggilan akrabnya mengatakan bahwa UMM tidak asal memilih wilayah untuk pembagian hewan kurban.

“Ada beberapa kriteria yang diberikan, utamanya adalah warga sekitar kampus yang terdampak pandemi dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM),” katanya.

Menurutnya, dua tahun belakangan UMM tidak menyembelih hewan kurban. Kampus putih lebih memilih mendistribusikannya ke beberapa wilayah yang dirasa membutuhkan. Hal itu tidak lepas dari keadaan pandemi yang melanda sejak awal tahun 2020 lalu.

“Ini menjadi tahun kedua bagi kami untuk melaksanakan kurban dengan model seperti ini. Mungkin jumlah hewan pada tahun ini tidak sebanyak tahun lalu karena sebagian dana disalurkan melalui paket sembako bagi para warga dan mahasiswa yang sedang isolasi mandiri,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, Kukuh mengaku tidak mendapat banyak kendala dan kesulitan. Hewan kurban bisa didapat dengan mudah dari para pegawai UMM yang juga memelihara lembu dan kambing.

“Mungkin hanya ada beberapa kendala kecil seperti komunikasi dan pengiriman hewan terkait,” jelasnya.

Ia pun berharap penyaluran hewan kurban ini bisa membantu dan meringankan beban masyarakat. Utamanya mereka yang tedampak langsung akna PPKM seperti pedagang kaki lima (PKL) serta pekerja harian.

“Menebar kebaikan di Hari Raya Idul Adha tidak hanya terbatas pada pembagian hewan kurban. Banyak hal yang bisa kita lakukan seperti menggalang dana, membagikan bahan pokok, pun dengan menyalurkan bantuan-bantuan lainnya,” tutup Kukuh.

Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan IIA Malang, Tri Anna Aryati, Bc.IP, SH., M.Si. mengapresiasi pembagian hewan kurban pada instansinya.

"Dulu rencananya ada acara khusus di hari Idul Adha dengan Rektor UMM, Pak Fauzan. Sayangnya, pandemi Covid-19 terus meningkat, sehingga pemerintah menerapkan PPKM yang membatasi kegiatan sehingga tidak bisa dilaksanakan,” ungkapnya.

Tri Anna berharap agar UMM dan Lapas bisa terus bersinergi sehingga mampu memberikan kegiatan menarik seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. Sebut saja pelatihan menulis bagi warga binaan lapas, bedah buku, vocal group, pembuatan video klip hingga buka bersama pada Ramadan lalu.

“Tentu kami ingin agar kegiatan-kegiatan serupa bisa terus berlanjut agar para warga binaan bisa dengan baik menyalurkan bakat dan minatnya,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00