Siswa Terdampak Gempa di Kabupaten Malang Ujian di Bawah Tenda Darurat

KBRN, Malang : Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di lokasi terdampak gempa bumi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, kini terpaksa mengikuti ujian semester akhir di bawah tenda darurat akibat gedung sekolah rusak parah diguncang gempa bumi 10 April lalu dan belum diperbaiki. 

Terlihat lokasi tempat pelaksanaan ujian itu memprihatinkan, ada dua tenda yang dimanfaatkan sebagai kelas sementarabagi puluhan siswa tersebut. Yaitu tenda Direktorat Jenderal Disdakmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terlihat di halaman sekolah, juga tenda Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang terletak di halaman salah satu warga setempat.

"Ya, gedung sekolah tidak bisa ditempati karena retak parah. Terpaksa kami secara bergantian per kelas melaksanakan ujian di dua tenda. Hari Senin ini kelas V dan VI," kata guru kelas, SDN 1 Sumbertangkil Kecamatan Tirtoyudo, Saptono, Senin (14/6/2021).

Menurutnya, kerusakan gedung sekolah itu hingga saat ini belum diperbaiki, belum ada bantuan atau instruksi dari Pemerintah Kabupaten Malang untuk melakukan perbaikan. 

" Waktu yang lalu ada bantuan dari BUMN memberi bantuan senilai Rp 50 juta dari donatut swasta juga ada berupa material bangunan," terangnya.

Saptono menyebut untuk bantuan dari Pemkab Malang masih dalam proses pengajuan melalui Dinas Pendidikan setempat. Besaran pengajuan bantuan untuk dilakukan perbaikan maksimal Rp 200 juta. 

"Dengan nilai segitu, melihat kondisi kerusakan gedung sekolah sepertinya akan kurang," tukasnya.

"Saat ini, sambil menunggu bantuan itu turun, kami (sekolah; red) tengah memutar otak untuk mencukupi dana rencana rekonstruksi tersebut," lanjutnya.

Hal serupa juga dialami siswa di SDN 1 Jogomulyan, Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo. Imbas gempa bumi itu, sebagian gedung sekolah tidak bisa ditempati.

Guru kelas SDN 1 Jogomulyan, Sukandar menjelaskan dari 6 ruang kelas, hanya tersisa 3 kelas yang masih bisa ditempati. 

"Ketiga kelas itulah yang saat ini kita tempati untuk melaksanakan ujian siswa," bebernya. 

Pihaknya juga tengah menunggu bantuan dari pemerintah. Proposal pengajuan bantuan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Malang sudah dikirimkan. 

"BUMN katanya juga mau memberikan bantuan Rp 50 juta, tapi saat ini belum cair," pungkas Sukandar.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rachmat Hardijono menegaskan proposal pengajuan bantuan pembangunan sekolah-sekolah terdampak gempa bumi itu sudah diajukan ke Kementerian Pendidikan.

Data RRI yang dihimpun RRI dari BPBD Kabupaten Malang, jumlah sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi 10 April lalu sebanyak 226 unit.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00