Sandiaga Uno Dorong Mahasiswa UM Kembangkan Desa Wisata di Malang Raya

KBRN, Malang : Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno mendorong mahasiswa untuk turut berkontribusi mengembangkan konsep desa atau kampung wisata demi peningkatan perekonomian, khususnya di masa pandemi Covid-19. Hal itu bisa diwujudkan ketika mahasiswa mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

“Pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi lokomotif peningkatan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19. Saya melihat potensi desa atau kampung wisata di Malang sangat bagus dan berpotensi untuk bisa dikembangkan, termasuk oleh teman-teman mahasiswa,” ungkap Sandiaga Uno ketika menjadi pembicara dalam pembekalan mahasiswa KKN semester antara 2020/2021 Universitas Negeri Malang (UM) secara daring, Kamis (6/5/2021).

Menurutnya, konsep desa wisata yang telah banyak berkembang di Indonesia menjadi pilar ekonomi masyarakat. Sebab, saat ini ada 34 juta warga Indonesia yang menggantungkan hidupanya dari konsep ekonomi keatif dan wisata. Untuk itu, pemerintah berupaya terus meningkatkan dan mengawal potensi tersebut.

“Skema ke depannya ada tiga pilar yang dilakukan untuk mengembangkan desa wisata. Yakni desa wisata rintisan, berkembang, dan maju. Untuk yang sudah berkembnag kita beri pendampingan, yang sudah maju kita lakukan verifikasi dan sertifikasi agar mereka menjadi mandiri,” katanya. 

Untuk mewujudkan skema tiga pilar tersebut, sambung Sandi, Kemenparekraf butuh dukungan dari dunia pendidikan. 

“Nah disini peran UM untuk turun ke desa wisata. Di Malang misalnya, sudah ada Kampung Warna-warni, Kampung Topeng, desa wisata Pujon Kidul, dan desa wisata Poncokusumo. Saya berharap mahasiswa UM bisa berada di garda terdepan, kuncinya mahasiswa harus siap,” tutur Sandi.

Implementasi nyata mahasiswa turun langsung ke desa wisata salah satunya dengan ikut mengembangan smart kampung dengan memanfaatkan teknologi. Sebab, di era pandemi ini, peran teknologi sangat penting agar desa wisata dan ekonomi kreatif tetap bisa hidup di tengah pembatasan aktivitas akibat pandemi.

“Pengembangan smart kampung lewat digitalisasi, disini peran anak muda bagaimana menghadirkan virtual tour, digital payment, maupun pelatihan penggunaan sosial media bagi warga pengelola desa wisata,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UM, Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd. mengungkapkan jika tahun ini ada 4.429 mahasiswa UM yang melakukan KKN. Mareka ditempatkan di 270 desa yang berada di 24 kabupaten wilayah Jatim dan empat lokasi di NTB. Tema yang diangkat dalam KKN UM kali ini adalah 

pengembangan kampung wisata dan penguatan ekonomi kreatif menuju masyarakat yang sehat dan produktif.

“Dalam hal ini UM punya desa binaan dan sekolah desa binaan bekerjasama dengan lurah dan pokdarwis setempat,” ujarnya.

Menurutnya, KKN merupakan mata kuliah yang wajib diikuti untuk membekali mahasiswa agar tahu lebih jauh bagaimana kondisi riil di masyarakat.

“Sebelum melaksanakan KKN, kita beri pembekalan agar mahasiswa lebih paham. Sehingga tujuan dari KKN itu bisa tercapai,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00