Cegah Stunting di Kota Pasuruan, Danone Indonesia Luncurkan Program Isi Piringku

Direktur Sustainable Development Danone Indonesia, Karyanto Wibowo menyerahkan perangkat program isi piringku kepada Ketua TP PKK Jawa Timur, ny Arumi Bachsin di Gradika Kota Pasuruan, Rabu (10/08/2022)

KBRN, Pasuruan : Sebagai upaya mencegah stunting pada anak, Danone Indonesia meluncurkan Program Komunitas Isi Piringku di Kota Pasuruan.

Peluncuran tersebut digelar di Gradika Bhakti Praja Pemkot Pasuruan, Rabu (10/8/2022) pagi dan dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Ny Arumi Bachsin; Ketua TP PKK Kota Pasuruan, Ny Fatma Saifullah Yusuf; Direktur Sustainable Development Danone Indonesia, Karyanto Wibowo; Direktur SPEKTRA, Roni Syaroni dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Karyanto mengatakan, program Isi Piringku Komunitas bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya edukasi kesehatan, gizi, dan pola asuh yang baik selama periode tumbuh kembang anak sebagai upaya inovatif, promotif, preventif menuju Generasi Emas 2045.

“Ke depannya, Danone Indonesia ingin terus mendukung kesehatan dan pertumbuhan anak Indonesia dengan menghadirkan program berkelanjutan, edukasi kesehatan dan lingkungan kepada masyarakat luas hingga kerjasama multipihak untuk mendukung generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing untuk Indonesia," katanya.

Seperti diketahui, Program “Isi Piringku” dikembangkan Danone Indonesia bersama Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB sejak 2017, berupa modul pembelajaran sebagai panduan edukasi gizi yang dapat digunakan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau TK (4-6 tahun). Tahun 2017-2021 program edukasi tersebut telah menjangkau 130,276 siswa dan 10,848 guru di 5,111 PAUD/TK yang berlokasi di 27 Kabupaten/Kota dan tersebar di 9 provinsi.

Sementara, data dari Studi Status Gizi Indonesia mencatat, angka stunting di Jawa Timur 23,5% selama 2021. Sedangkan di Kabupaten Magetan angka stunting berdasarkan SSGI tahun 2021 di poin 17,2%, Kabupaten Tulungagung 13,1%, Kabupaten Blitar 14,5% dan Kota Pasuruan 22,1%.

Menurut Ny Arumi, salah satu cara untuk menanggulanginya adalah melakukan monitoring kesehatan dan perkembangan balita melalui Komunitas Ibu dan PKK, yang merupakan program Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM).

Kegiatan ini dilakukan oleh dan untuk masyarakat. Peran Komunitas Ibu dan PKK di tengah masyarakat sangatlah besar. Banyak program yang diperuntukkan bagi pasangan usia subur, ibu hamil, ibu menyusui,dan anak.

“Saat ini dengan kemajuan teknologi, semua informasi bisa diakses dan dipelajari. Karena selama ini selain faktor ekonomi, stunting juga bisa terjadi karena faktor ketidaktahuan atau keterbatasan informasi. Edukasi semacam ini ditambah intervensi gizi yang masif akan bisa efektif menjadi bagian aksi pencegahan stunting," tambahnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar