Sepekan Terakhir, Tak Ada Sapi di Kota Pasuruan yang Terjangkit PMK

Para peternak sapi di Kota Pasuruan semakin waspada dan sudah mulai memahami bagaimana langkah awal yang harus dilakukan agar sapi tak terjangkit PMK. Buktinya, sepakan terakhir tak ada laporan kasus baru PMK di Kota Pasuruan

KBRN, Pasuruan : Dalam sepekan terakhir, tak ditemukan sapi-sapi di Kota Pasuruan yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Sebaliknya, tingkat kesembuhan terus meningkat.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan, Yudie Andi Prasetya mengatakan, sejauh ini tidak ada laporan kasus baru PMK yang menyerang ternak sapi maupun kambing di Kota Pasuruan.

Bahkan, dari 51 ekor sapi di Kota Pasuruan yang sakit, 35% diantaranya sudah sembuh, dan sisanya masih dalam pengobatan.

”Alhamdulillah sejauh ini tidak ada lagi penambahan kasus baru,” kata Yudi di sela-sela kesibukannya, Sabtu (2/7/2022).

Ia mengaku akan terus mengupayakan pencegahan yang lebih maksimal. Terlebih setelah Satgas Penanganan PMK Kota Pasuruan terbentuk. Berdasarkan data yang ada, akumulasi kasus PMK sejak ditemukannya kasus pertama pada pertengahan Juni lalu masih stagnan.

Yudie menyebut hingga sekarang ada 51 kasus PMK. Seluruhnya menyerang sapi milik peternak. ”Yang sembuh sudah 35 persen. Dari keseluruhan kasus yang ditemukan, 18 ekor sudah sembuh,” jelasnya. Belasan ekor sapi tersebut sembuh setelah memasuki pekan keempat penanganan. ”Sedangkan tingkat kematian nihil,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya kini masih melakukan penanganan terhadap 33 ekor yang masih bergejala PMK. Puluhan sapi tersebut diberikan pengobatan dan asupan vitamin secara rutin. Agar imunitas tubuhnya mampu berperang melawan virus yang menjangkiti.

”Isolasi juga diberlakukan terhadap ternak yang sedang tidak sehat dengan gejala PMK. Artinya tidak boleh dipindahkan maupun ditempatkan dalam satu kandang dengan ternak yang sehat,” terangnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar