Banyak Peternak Sapi Potong di Kabupaten Pasuruan Tolak Pemberian Vaksin PMK

Petugas dari Dinas Peternak dan Kesehatan Kabupaten Pasuruan tengah menyuntik vaksin PMK kepada ternak milik warga

KBRN, Pasuruan : Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyayangkan para peternak/pemilik sapi yang menolak pemberian vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK).

Pasalnya, sejak datangnya vaksin dua pekan lalu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan langsung mendistribusikan vaksin tersebut ke 24 kecamatan. Utamanya di wilayah yang menjadi sentra peternakan sapi perah dan sapi potong. Namun, ketika petugas mendatangi para peternak, banyak penolakan dari para peternak itu sendiri.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, Diana Lukita Rahayu mengatakan, banyaknya penolakan berasal dari peternak sapi potong. Mereka khawatir sapi yang saat ini dalam kondisi sehat justru mengalami masalah setelah disuntik vaksin tersebut.

"Rata-rata jawabannya sama. Karena mereka justru takut kalau setelah divaksin, sapi-sapinya sakit dan mati," kata Diana di sela-sela kesibukannya, Jumat (1/7/2022).

Untuk diketahui, datangnya vaksin tak lain untuk mencegah PMK semakin meluas. Kata Diana, meskipun vaksin diberikan secara cuma-cuma oleh pemerintah, namun pihaknya masih banyak menemukan para peternak yang waswas setelah disuntik akan mengganggu penjualan hewan ternak mereka.

Terlebih saat ini peternak selalu mengandalkan momentum Idul Adha untuk panen keuntungan.

"Memang kalau ditolak ya kami gak bisa memaksa. Terlebih sekarang momennya dekat dengan Idul Qurban. Banyak yang ingin meraup keuntungan. Dan inilah yang mau gak mau harus kami pahami," jelasnya.

Diana menjelaskan, jumlah vaksin yang telah disuntikkan ke sapi-sapi sudah mencapai lebih dari 15.654 ekor. Padahal stok vaksin masih banyak hingga mencapai 89.100 dosis.

Oleh karenanya, pihaknya tetap intens memberikan edukasi terhadap peternak agar mau divaksin.

"Yang jelas kami tidak akan menyerah untuk meyakinkan kepada para peternak akan pentingnya vaksin sebagai penahan laju penyebaran PMK," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar