Peminat Asuransi Nelayan di Kabupaten Pasuruan Masih Rendah

Salah satu nelayan di Kabupaten Pasuruan yang tengah melakukan aktifitasnya, beberapa hari lalu. Banyak yang masih enggan ikut asuransi karena bayar

KBRN, Pasuruan : Hingga kini, minat para nelayan di Kabupaten Pasuruan untuk ikut asuransi masih rendah.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengajak para nelayan untuk ikut berpartisipasi lantaran ada banyak manfaat. Utamanya mendapatkan perlindungan jiwa lantaran pekerjaan nelayan merupakan pekerjaan yang berisiko tinggi.

Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron (Gus Mujib) mengatakan, meski masih rendah namun sosialisasi terus dilakukan. Utamanya dalam rangka memberikan pemahaman pentingnya berasuransi bagi nelayan dan menumbuhkan minat berasuransi bagi nelayan kecil secara mandiri.

"Manfaatnya bukan sekarang tapi nanti ketika ada sesuatu terjadi pada nelayan itu sendiri. Karena pekerjaannya sangat beresiko, jadi dengan asuransi ini akan menjamin perlindungan jiwanya," kata Gus Mujib, Senin (23/5/2022).

Dijelaskan Gus Mujib, asuransi nelayan dapat menjamin kegiatan nelayan yang lebih baik dalam usaha penangkapan ikan. Sehingga hak-hak dan kewajiban nelayan menjadi jelas serta akan terlindungi dalam kegiatan usaha penangkapannya.

"Nelayan akan lebih tentram dan nyaman saat melaut karena kita sama-sama menyadari profesi ini memiliki risiko sangat tinggi, yang dapat mengancam jiwa dan keselamatan," tegasnya.

Lebih lanjut Gus Mujib menegaskan bahwa tahun ini, Pemkab Pasuruan menerima bantuan sebanyak 400 premi asuransi nelayan dari Pemerintah Pusat. Untuk itu, ia menghimbau para nelayan agar betul-betul memanfaatkan premi ini, cukup dengan mendaftar melalui Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan.

Selain dari pusat, Pemkab Pasuruan berencana membantu para nelayan dengan memberikan premi bagi 1000 nelayan. Premi tersebut akan digratiskan selama setahun dengan melihat kecukupan anggaran dalam PAK sebelum akhir tahun ini.

"Kami himbau kepada nelayan untuk betul-betul memanfaatkan asuransi ini dengan sebaik-baiknya," singkatnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, Alfi Khasanah menambahkan, di Kabupaten Pasuruan jumlah nelayan yang ikut asuransi tak sampai 100 orang. Untuk saat ini, pihaknya bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dengan harapan apabila klaim harus dikeluarkan, maka secepatnya bisa keluar.

"Kita bekerja sama dengan BPJS Ketenaga kerjaan, karena proses lebih cepat terutama ketika klaim nya bisa langsung keluar dan dimanfaatkan oleh keluarga peserta," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar