Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf Bergelar Doctor Kopi

Tampak terlihat judul disertasi Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf di sela-sela sidang terbuka program S-3 di Universitas Brawijaya Malang, Jumat (20/5/2022) pagi

KBRN, Pasuruan : Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf SE.MMA kini mempunyai titel baru.

Ya, kepala daerah yang dikenal jago dalam memberikan jargon unik di setiap kebijakannya itu kini bergelar Doctor (Dr).

Gelarnya tersebut diraihnya dengan kerja keras, bahkan tak pernah absen dalam melewati setiap mata kuliah yang ditempuhnya. Hingga tuntas melakukan ujian terbuka, yakni ujian akhir disertasi program Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya, Jumat (20/5/2022) pagi.

Dari pantauan di lapangan, ujian akhir terbuka ini dihadiri oleh para penguji. Diantaranya Prof Dr Moh Khusaini, SE, M.Si, MA sebagai Pimpinan Sidang. Sedangkan para pengujinya beranggotakan tiga orang, yakni Prof Dr Gatot Ciptadi, DESS,IPU sebagai Penguji I, kemudian Dr.Agr.Sc.Hagus Tarno,SP.MP sebagai Penguji 2, serta Dr.rer.pol Muhammad Faishal Aminuddin,SS.M.Si sebagai Penguji 3.

Tak hanya para penguji, sidang terbuka penuntasan studi S-3 Bupati Irsyad ini juga dihadiri para promotor seperti Prof Dr Marjono, M.Phil; Prof Luchman Hakim,S.Si.M.agr.Sc.Ph.d dan Fadillah Putra, S.Sos.M.Paff,P.Hd.

Di luar sidang, ada nama KH. Yahya Cholil Staquf yang tak lain adalah Ketua Umum PBNU (Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama) yang hadir untuk melihat secara langsung sidang terbuka Bupati Irsyad. Hadir pula Sekjen PBNU yang juga Walikota Pasuruan, Saifullah Yusuf, anggota Forpimda Kabupaten Pasuruan hingga Para Pejabat yang merupakan Staf Bupati Irsyad Yusuf.

Tak ketinggalan, ibunda Bupati Irsyad Yusuf, Nyai Hj Solichah Yusuf juga hadir untuk memberikan doa dan support plus didampingi sang menantu, Ny Lulis Irsyad Yusuf dan keluarga.

Selama mengikuti ujian terbuka, Pimpinan Sidang memberikan waktu dua jam kepada Bupati Irsyad Yusuf untuk mempresentasikan disertasinya yang ia beri judul "Pengembangan Kopi Kapiten dalam Membangun Brand Kabupaten Pasuruan sebagai Daerah/Kawasan Agropolitan".

Setelah ujian selesai, hasilnya pun keluar dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) 4,0 dengan predikat Sangat Memuaskan. Atas hasil tersebut, Gus Irsyad pun mengaku lega, lantaran ia bisa menyelesaikan kuliah S-3 dengan lancar, meski disibukkan dengan banyak kegiatan sebagai seorang Bupati maupun Ketua Partai.

Terlebih untuk bisa mencapai gelar Doctor, harus ada teori baru yang ia temukan seputar judul disertasi. Kali ini seputar Kapiten (Kopi Asli Kabupaten Pasuruan) yang menjadi ikon produk pertanian di Kabupaten Pasuruan.

"Saya rintis ini bertahun-tahun agar ada brand nama untuk kopi di Kabupaten Pasuruan yang potensinya sangat besar di 8 kecamatan. Sampai ketemulah nama Kapiten ini," ujarnya.

Lebih lanjut Bupati yang juga dikenal sebagai seniman pencipta lagu itu menjelaskan, dirinya memilih judul disertasi tersebut karena melihat potensi daerah yang dipimpin. Yakni, Kabupaten Pasuruan sebagai penghasil kopi dengan cita rasa yang khas. Potensi tersebut belum digali secara optimal dan masih memiliki peluang untuk dimaksimalkan.

”Harapan saya dari hasil penelitian ini menjadi referensi penentu kebijakan pada pemerintahan di masa yang mendatang,” ungkapnya.

Dalam penelitian tersebut, lanjut Gus Irsyad, dirinya menggunakan teori Triple Helix. Teori ini dipopulerkan oleh Etzkowitz dan Leydersdorff (1995) yang merupakan suatu pendekatan dalam menciptakan kerja sama dari tiga aktor. Yaitu, akademik (A), bisnis (B), dan pemerintah (G). Sinergi ini mampu untuk membangun ekonomi berbasis pengetahuan.

Sementara itu, Ketum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf mengaku bangga dengan pencapaian Bupati Irsyad Yusuf ini. Ia pun memberikan gelar "Doctor Kapiten" khusus untuk Bupati Irsyad, lantaran sukses menjadi kader NU yang mampu menyelesaikan studi S-3 dengan teori baru yang ia temukan seputar kopi di Kabupaten Pasuruan.

"Saya ikut bangga karena ada Kader NU sekaligus kepala daerah yang mampu menyelesaikan akademisi sampai S-3 dengan kerja kerasnya. Maka dari itu, sangat pantas apabila gelar Doctor Kapiten disematkan untuk Irsyad Yusuf, Bupati Pasuruan," akunya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar