Aliran Sesat di Pasuruan Ini Ingkari 2 Kalimat Syahadat

Salah satu pengikut Mahfud yang menegaskan bahwa guru mereka langsung oleh Allah SWT, karena mereka berpendapat bahwa Allah yang mengajarkan Qur’an

KBRN, Pasuruan : Dugaan adanya aliran sesat yang dikembangkan oleh segelintir orang di Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan terus diselidiki.

Tempat yang dijadikan berkumpulnya kelompok itu sendiri merupakan milik Mahfudijanto (59), sang pemimpin ajaran. Sedangkan para pengikutnya hanya 5 orang saja.

Dalam ajarannya, mereka berpendapat bahwa guru mereka langsung dari Allah SWT, tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai Rosul, serta tidak mau mengucapkan dua kalimat sahadat sebagai syarat seseorang masuk agama Islam.

“Guru kami langsung dari Allah. Karena dalam Ar Rahman ayat 2 jelas, bahwa Allah yang mengajarkan Quran. Itu dasar kami yang pertama,” kata Mahfud.

Dia juga menegaskan yang mengajari semua makhluk di dunia untuk tunduk kepada Allah ialah Allah sendiri. Mahfud juga tak memungkiri kelompoknya mempelajari Alquran dari terjemahan saja. Namun menurutnya, bukan berarti pihaknya mengingkari bahasa alquran itu sendiri, bahasa Arab.

“Memang kami mengikuti terjemahannya. Arabnya bukan kami mengingkari, tapi kami bagaimana kami bisa pelajari terjemahan kalau tidak membaca arabnya,” jelasnya.

Namun Febri juga mengaku pihaknya tetap meyakini Nabi Muhammad sebagai Rasul. Hanya saja, kelompoknya menyangsikan kebenaran hadis. Sebab hadis disebutnya baru muncul pada abad ketiga hijriyah. Sedangkan Nabi Muhammad meninggal pada tahun 11 hijriyah.

“Jadi 300 tahun setelah rasul wafat. Kami meragukan itu. Kalau Nabi Muhammad kami tetap mengakuinya sebagai Rasul. Kalau tidak percaya terhadap Rasul, nggak mungkin kami ikuti Al-Qur’an,” katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar