Satpol PP Kota Pasuruan Razia Belasan PKL di Gang Masjid Agung Al Anwar

Petugas Satpol PP Kota Pasuruan mencopot banner salah satu PKL Potong rambut yang masih saja berjualan di area terlarang di Gang Masjid Agung Al Anwar

KBRN, Pasuruan : Satpol PP Kota Pasuruan merazia belasan PKL (pedagang kaki lima) yang berada di depan gang kompleks makam KH Abdul Hamid, Jumat (28/1/2022) siang.

Razia tersebut dilakukan agar para PKL bisa memahami bahwa lokasi tersebut ditetapkan sebagai kawasan bersih dari PKL.

Dari pantauan di lapangan, kedatangan para petugas Satpol PP langsung membuat sekitar 14 PKL semburat. Mereka berhamburan mencari jalan kabur supaya tak diciduk. Sembari mendorong gerobaknya, mereka berlarian mencari tempat yang lebih ‘aman’.

Kepala Satpol PP Kota Pasuruan, Nur Fadholi mengatakan, ada 14 pedagang di kawasan gang yang sudah dipanggil, beberapa waktu lalu.

Mereka boleh saja berjualan. Akan tetapi jangan sampai menggunakan gang yang menjadi akses peziarah. Terlebih di hari-hari tertentu, jumlah peziarah meningkat. Sehingga lalu lalang di kawasan tersebut juga padat.

“Jadi sudah membuat pernyataan tertulis juga bahwa pedagang menyanggupi untuk tidak berjualan di area akses menuju makam,” beber Fadholi.

Kendati demikian, dinasnya tetap meminta komitmen para pedagang mematuhi kesanggupannya tersebut. Karena itu mereka diberi waktu hingga kemarin untuk memindahkan barang dagangannya yang memakan akses makam. Bila tidak, para pedagang harus menerima konsekuensi lapaknya dibongkar.

“Alhamdulillah sebagian besar sudah patuh dan tidak menggunakan akses makam untuk tempat jualan,” kata Fadholi.

Namun ada satu lapak potong rambut di dekat kompleks makam yang masih berdiri. Meski saat didatangi petugas kemarin, pemilik lapak tersebut tidak sedang membuka usahanya. Namun petugas membongkar lapak itu lantaran keberadaannya mengganggu akses makam.

“Termasuk pedagang yang dagangannya masih berada di gang, kami minta dibongkar supaya tidak mengganggu,” tegasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar