Tembus Ekspor, 77 Penyandang Disabilitas Kota Pasuruan Ciptakan Kerajinan Tangan Bernilai Jual Tinggi

Walikota Pasuruan, Syaifullah Yusuf berjanji akan membantu memfasilitasi promosi hasil karya para penyandang disabilitas Kota Pasuruan

KBRN, Pasuruan : Keberadaan kaum disabilitas masih kerap dipandang sebelah mata. Namun kenyataanya karya-karya mereka justru di atas rata-rata dari manusia normal pada umumnya. Salah satunya kelompok warga disablitas yang bermukim di Omah Craft Disabilitas Kota Pasuruan. 

Meski dalam keterbatasan, namun mereka sukses membuat ragam kerajinan tangan. Mulai dari lampu hias, gantungan kunci, asbak, kaligrafi, kerudung hingga makanan kering yang dijual dengan harga sangat terjangkau 

Adalah M. Mabrur (39), Owner Omah Craft yang ia bangun di RT 03 RW 02, Kelurahan Kepel, Kecamatan Panggungrejo, 13 tahun silam.

Saat RRI bertandang ke tempatnya, Selasa (25/1/2022) sore,  Mabrur sedang kedatangan Walikota Pasuruan, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul). Kunjungan orang nomor satu di Kota Santri ini langsung dijadikan ajang untuk Mabrur menyampaikan keluh kesahnya.

Di depan Gus Ipul, Mabrur menuturkan bahwa Omah Craft yang ia dirikan pada tahun 2009 menjadi wadah bagi 77 penyandang disabilitas di Kota Pasuruan.  Dalam kurun waktu selama itu,  mengumpulkan sesama penyandang Disabilitas untuk bisa berkarya bersamanya. Hasilnya, beberapa produk buatan tangan para disabilitas ini sangat diminati hingga pasar dunia. 

"Kalau yang dibeli keluar negeri adalah kerudung. Kita sampai satu kontainer pesanannya. Tapi karena ongkosnya lebih mahal, belum lagi mereka bayarnya ketika barang sudah di sana, ya kami gak mau ambil resiko," ungkapnya.

Dari semua produk tangan para penyandang Disabilitas di Omah Craft, yang saat ini tengah diminati adalah Lampu Hias yang terbuat dari limbah pipa paralon. Diungkapkan Mabrur, dari limbah tersebut bisa disulap menjadi lampu indah lengkap dengan ukiran kaligrafi berlafalkan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Dalam sehari, Mabrur dan beberapa rekannya bisa membuat antara 5-7 lampu. Tergantung dari banyaknya pesanan yang datang. Rata-rata, setiap Minggu nya ada 20 pesanan dengan harga per item mulai Rp 75 ribu hingga Rp 100 ribu.

"Per Minggu 20 item. Alhamdulillah jadi rejeki bagi kami untuk lebih kreatif lagi. Karena lampu ini memang indah kalau sudah dinyalakan," jelasnya.

Sementara itu, setelah mendengar curhatan Mabrur dan sesama penyandang Disabilitas lainnya, Walikota Gus Ipul berjanji akan memberikan tempat untuk mereka bisa mempromosikan produknya melalui pameran atau stan di setiap kegiatan Pemkot Pasuruan.

"Apa susahnya memberikan ruang bagi mereka. Karena memang karyanya bagus. Produknya juga sangat di minati. Jadi akan kami bantu melalui pameran-pameran di setiap kegiatan. Baik di dalam kota maupun luar Kota Pasuruan," tegasnya.

Menurut Gus Ipul, penyandang disabilitas tidak hanya butuh suport permodalan, tapi juga harus disuport proses Paska produksi. Misalnya, mempermudah perizinannya dan bantuan transportasi agar karya mereka bisa mendunia.

“Karya mereka ini diminati di mancanegara, tapi mereka ini mengeluh karena biasa ekspor impor ternyata lebih mahal ketimbang harga karya mereka ini,” kata Gus Ipul.

Bantuan dari Pemkot untuk penyandang disabilitas ini, kata Gus Ipul, juga untuk menjalankan visi dan misi Kota Madinah khususnya untuk bidang Harmoni Warganya.

“Kebijakan khusus perempuan dan disabilitas ini menjadi salah satu kebijakan khusus yang harus dikawal,” ujar mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar