24.708 Warga Kabupaten Pasuruan Sudah Divaksin Booster

Salah satu warga Kabupaten Pasuruan yang sedang menerima suntikan vaksin booster di GOR Raci, Bangil

KBRN, Pasuruan : Dalam dua pekan terakhir, jumlah warga Kabupaten Pasuruan yang sudah divaksin booster sebanyak 24.708 orang. Untuk itu, Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf mengajak seluruh warga yang sudah selesai divaksin dosis satu dan dua untuk menerima suntikan vaksin booster.

Ajakan itu dianggap penting sebagai upaya antisipasi sekaligus memberikan kekebalan serta daya tahan tubuh agar terhindar dari penyebaran Virus Corona varian baru.

"Bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan yang sudah selesai divaksin dosis satu dan dua dan jaraknya minimal 6 bulan, silahkan langsung suntik vaksin booster di faskes-fasker seperti puskesmas terdekat," kata Gus Irsyad sapaan HM Irsyad Yusuf, Selasa (25/1/2022).

Gus Irsyad sendiri mengaku baru menerima suntikan vaksin booster pada Senin (24/1/2022) kemarin. Tepatnya setelah seharian ia berpatroli Pamor Keris (Patroli Motor Penegakan Protokol Kesehatan di Masyarakat) di 3 kecamatan bersama Kapolres Pasuruan serta Dandim 0819 Pasuruan. 

Menurutnya, pasca disuntik vaksin booster, tak ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang dirasakan. 

"Vaksinnya tidak berasa sakit. Tapi efeknya cuma pegal di tangan sebelah kiri. Tapi cuma sebentar aja," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dr Ani Latifah menjelaskan, pemberian vaksin booster diperuntukkan bagi warga yang sudah melakukan vaksin primer secara lengkap. Dalam artian sudah melaksanakan vaksinasi dosis satu dan dua, serta jeda antara vaksinasi dosis kedua dengan booster minimal 6 bulan.

"Kalau masih dosis satu ya tidak termasuk sasaran. Vaksinasi booster ini hanya untuk masyarakat yang sudah selesai vaksin dua kali, dan jeda vaksinasi terakhir dengan booster minimal 6 bulan," jelasnya.

Ditambahkannya, vaksinasi booster tidak berlaku untuk kategori anak  atau remaja. Kata Ani, vaksinasi booster diberikan pada masyarakat berusia 18 tahun ke atas.

Hanya saja, dari kategori dewasa, sasaran vaksinasi booster lebih diprioritaskan untuk lansia, masyarakat rentan, dan masyarakat dengan kerentanan sistem imun. Tujuannya tak lain untuk 

"Sasaran vaksinasi booster ini adalah masyarakat dengan usia 18 tahun ke atas, dan diprioritaskan pada lansia dan masyarakat rentan atau dengan kerentanan sistem imun, karena demi memberikan perlindungan kepada mereka akan bahaya Covid-19," terangnya.

Untuk mendapatkan vaksinasi booster ini, masyarakat bisa mendatangi puskesmas maupun puskesmas pembantu (pustu) secara gratis. Dijelaskan Ani, jenis vaksin yang diberikan adalah BNT162b2 atau Vaksin Pfizer, dimana berdasarkan uji klinis tahap III yang dilakukan di Amerika Serikat, Jerman, Turki, Afrika Selatan, Brazil, dan Argentina, vaksin Pfizer memiliki nilai efikasi, yaitu efek perlindungan terhadap COVID-19, sebesar 95%.

"Tingkat kekebalannya lebih tinggi, jadi semoga bermanfaat untuk menambah kesehatan bagi kita semua. Silahkan datang ke puskesmas atau puskesmas pembantu," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar