Viral Video 'Ancam Mati', Kadispendikbud Pasuruan Terancam Disanksi

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf saat audiensi dengan wartawan dan LSM di Segoropuro

KBRN, Pasuruan : Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf (Gus Irsyad) angkat bicara seputar polemik kata-kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Hasbullah yang menyinggung profesi Wartawan dan LSM, Rabu (19/1/2022) yang sempat viral di media sosial. 

Di hadapan para wartawan dan LSM, Gus Irsyad meminta maaf atas sikap dan perilaku Hasbullah yang melukai  hati dan merusak citra profesi seorang wartawan maupun LSM.

"Dari hati yang paling dalam, saya meminta maaf karena saya adalah Pembina sekaligus Pimpinan. Baik buruk nya Kepala Dinas saya, tetap saya yang akan menjadi sasaran karena saya yang mengangkat dan memberikan SK kepada beliau. Sekali lagi, kalau ada hal-hal yang salah dan diperbuat oleh Kepala Dinas hingga staf Pemkab Pasuruan, saya meminta maaf," kata Gus Irsyad saat menerima kedatangan perwakilan Wartawan LSM di Ruang Segoropuro, Jumat (21/1/2022). 

Diungkapkannya, apa yang dilakukan Kadispendik Hasbullah ia yakini bisa menjadi hikmah dan pelajaran bagi Kepala OPD lain maupun siapa saja agar tidak terburu-buru dalam memutuskan sesuatu. Terlebih ketika harus berbicara di hadapan publik.

"Mohon kejadian ini bisa sama-sama diambil hikmahnya dan dipahami sebagai seorang manusia. Karena Pak Hasbullah juga seorang manusia biasa yang tak lepas dari salah dan khilaf. Yang kedua, apa yang menimpa Pak Hasbullah bisa jadi pelajaran bagi Kepala OPD lainnya supaya tidak terburu-buru dalam memutuskan sesuatu," ungkapnya.

Terkait ditetapkannya Hasbullah sebagai Kadispendikbud Kabupaten Pasuruan, bukan sebuah keputusan yang asal-asalan. Terlebih karena faktor like and dislike, hal tersebut dibantahnya.

Menurut Gus Irsyad, keputusan untuk melantik Hasbullah sebagai Kadispendikbud  sudah berdasarkan kajian dan pertimbangan dari Baperjakat. Terlebih Hasbullah juga memiliki pengalaman cukup lama di bidang pendidikan, sehingga seyogyanya ditempatkan pada posisi jabatan yang memang menjadi keahliannya.

"Saya mengangkat pejabat tidak ada unsur like and dislike. Ada Baperjakat. Saya memberikan kewenangan untuk mengevaluasi dan melakukan kajian dari sisi track record nya bagaimana. Pernah melanggar disiplin pekerjaan atau tidak. Pangkat dan golongannya nututi apa tidak. Dan Hasbullah memenuhi semua kriteria, mulai dari track record hingga pengalaman di bidang pendidikan, karena cukup lama di Dinas Pendidikan ," tegasnya.

Hanya saja, sebagai konsekuensi dari apa yang baru saja terjadi pada diri Hasbullah, Pemkab Pasuruan akan memberikan sanksi. Kata Gus Irsyad, pihaknya akan memanggil Hasbullah dalam sidang indisipliner PNS/ASN untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan BAP yang disesuaikan dengan aturan yang berlaku.

"Saya akan mengambil sikap sesuai kewenangan saya. Saya ikuti aturan dan ketentuan. Kita akan panggil Saudara Hasbullah dalam sidang Indispliner PNS dan kita BAP sampai sejauh mana tingkat kesalahan dan sanksi apa yang diberikan," jelasnya

Ke depan, Irsyad mengintruksikan kepada Sekda Kabupaten Pasuruan untuk meningkatkan kapasitas SDM PNS/ASN Kabupaten Pasuruan. Karena bagi Irsyad, tantangan terberat menjadi pimpinan birokrasi adalah bagaimana bisa mengatur serta memaksimalkan SDM yang bukan hanya bekerja sesuai tupoksinya, melainkan harus disertai akhlak dan Budi pekerti yang luhur

"Insya Allah yang dimaksud Pak Hasbullah ketika menyebutkan wartawan atau LSM itu adalah oknum. Di mana mana selalu ada oknum. Di dalam internal pemerintahan, juga pasti ada oknum. Yang paling penting, terima kasih sudah diingatkan, karena memang jadi tantangan ke depan, agar saya dan Pak Wakil Bupati bisa bekerja secara Khusnul Khotimah. Meski tantangannya berat, salah satunya memaksimalkan SDM ASN yang bekerja dengan ikhlas, loyal dan berkepribadian yang luhur, " ucapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar