Bupati Pasuruan Lantik 376 Pejabat, Mulai Sekda Hingga Kepala Puskesmas

Ratusan pejabat Pemkab Pasuruan yang tengah dilantik oleh Bupati Irsyad Yusuf, Senin (17/01/2022)

KBRN, Pasuruan : Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf (Gus Irsyad) melantik sebanyak 376 pejabat di Lingkungan Pemkab Pasuruan, Senin (17/1/2022) siang.

Pelantikan digelar di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Gedung Serbaguna dan Aula Dinas Pendidikan Kabupaten dan dihadiri oleh Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron (Gus Mujib).

Dari 376 pejabat yang dilantik terdiri dari 1 orang Pejabat Pimpinan Tertinggi Pratama, yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya. 

Selanjutnya adalah 30 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 167 Pejabat Administrator dan 178 orang Pejabat Pengawas dan Kepala Puskesmas.

Dari ratusan nama pejabat yang dilantik, beberapa Kepala OPD mengalami pergeseran jabatan. Diantaranya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Ninuk Ida Suryani yang mendapat jabatan baru sebagai Kepala BKPPD yang namanya diganti menjadi BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia).

Posisinya digantikan oleh Hasbullah yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan. Dan untuk jabatan Kepala Dispora akan diisi oleh seorang Plt.

Untuk Kepala BKPPD/BKPSDM sebelumnya, Henis Widiyanto kini dimutasi menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasuruan. Henis menggantikan M.Ridwan yang dilantik menjadi Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Pasuruan. 

Berikutnya adalah Kepala Dinas Tenaga Kerja, Tri Agus Budiharto yang akhirnya mengisi kekosongan jabatan Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Sementara jabatan Kepala Dinas Tenaga Kerja saat ini diisi oleh Nurul Huda yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Untuk kekosongan jabatan Kepala DPMD akan diisi oleh Plt.

Nama-nama lain yang menarik perhatian adalah pergeseran posisi camat maupun nama-nama baru yang mendapat promosi camat. Diantaranya Camat Nguling, Akhmad Yani yang kini dimutasi menjadi Irbam (Inspektur Pembantu) di Inspektorat Kabupaten Pasuruan. Posisinya digantikan oleh Rochman yang sebelumnya menjabat Camat Kejayan. Posisi Camat Kejayan kini digantikan Basmi yang sebelumya menjabat Camat Winongan, dan sebagai penggantinya adalah Abdul Rahman Efendi dari Dinas KB-PP Kabupaten Pasuruan.

Nama lain yang mengalami pergeseran adalah Camat Pasrepan, Zaki Yamani yang kini menerima amanah sebagai Kabag Perekonomian, menggantikan Heru Widiyanto yang telah purna tugas. Kemudian Camat Beji, Agus Mashadi yang dilukir menjadi Kabag Protokol, menggantikan Mujiono yang kini menjabat Kabag Umum.

Tak selesai sampai di situ, Camat Rejoso yang sebelumnya diemban oleh Wijaya Sugianto, kini dipegang oleh Achmad Hadi yang sebelumnya menjabat Camat Wonorejo. Dan posisinya digantikan oleh Didik Suyanto yang sebelumnya menjabat Sekcam Purwodadi. Ada juga Camat Pohjentrek yang kini diisi oleh Hidayatullah dari Satpol PP Kabupaten Pasuruan. Camat Purwodadi juga baru, yakni diisi oleh Fauzan yang sebelumnya menjabat Camat Lekok, sedangkan posisinya digantikan oleh Mulyo Hadi yang sebelumnya menjabat Sekcam Gempol.

Dalam sambutannya, Bupati Irsyad menegaskan bahwa pelantikan ratusan pejabat mulai dari Sekda hingga Kepala Puskesmas merupakan amanah Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang manajemen PNS serta sekaligus implementasi Perda Kabupaten Pasuruan nomor 8 tahun 2021 tentang perubahan kedua atas Perda Nomor 16 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah.

"Perda yang telah disahkan beberapa waktu lalu mengamanatkan nomenklatur struktur organisasi perangkat daerah. Makanya penyesuaian terhadap para pejabat yang menduduki kelembagaan ini, kita laksanakan sekarang," katanya.

Dalam setiap kali sumpah jabatan, Gus Irsyad menekankan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dipikul dengan penuh tanggung jawab. Lantaran jabatan adalah kepercayaan pimpinan yang disematkan kepada PNS yang telah memenuhi persyaratan. Baik pada sisi loyalitas, kemampuan dan kompetensi maupun moralitas.

"Nggak ada yang namanya like and dislike. Apalagi sampai suap, itu bukan saya. Jabatan yang diberikan berdasarkan kemampuan, loyalitas, kompetensi dan moralitas," tegasnya. 

Di akhir sambutannya, Kepala Daerah Inovatif 7 kali berturut-turut ini meminta para pejabat untuk bekerja secara ikhlas, tanggung jawab dan inovatif.

"Kenapa harus inovatif, karena saya tidak ingin hasil yang itu-itu saja. Harus ada pembaruan. Kemudian kenapa harus ikhlas, biar bekerjanya lillahi taala, dan tanggung jawab berarti sanggup bekerja sesuai aturan yang telah ditentukan," tutupnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar