Jalan Desa Rusak yang Ditanami Pisang di Probolinggo Diperbaiki Swadaya

KBRN, Probolinggo : Pemerintah Desa Ngepoh, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo bersama salah satu warga desa setempat bergerak cepat, melakukan perbaikan Jalan Sunan Prawoto yang ditanami pisang dan padi oleh sebagian warga. Hanya saja perbaikannya bersifat sementara. Jalan berlubang yang digenangi air saat hujan itu, hanya diuruk pasir dan batu (Sirtu), tidak diaspal. 

" Pekerjaan menutup lubang dilakukan warga Dusun Lajuk, bergotong royong. Dananya diperoleh dari sumbangan tokoh masyarakat yang peduli keamanan dan ketentraman desa, " kata Pj Kepala Desa Yogi Ilwan Pamungkas di Balai Desa setepat, Selasa (30/11/21) sore

"Pekerjaan uruk diperkirakan selesai dua hari, mengingat suasana tidak mendukung, setiap sore hujan. Sedang tanah urug yang dibutuhkan sekitar 6 truk sirtu, " sambungnya. 

Kata dia, warga yang menanggung perbaikan jalan itu bernama Sutrisno warga Dusun Krajan, desa setempat. Yogi bersyukur ada warga yang menanggung biaya perbaikan  jalan, sehingga keluhan dan keinginan warga terpenuhi. Jika menunggu anggaran dari pemerintah, baik Pemdes, Pemkab atau Pemprov Jawa Timur, diperkirakan tahun depan. 

Apalagi, jalan yang dimaksud sudah diperbaiki 2019 silam. Jika sudah dibangun, maka menurut Yogi tidak bisa dibangun ditahun berikutnya. Minimal harus ada selang waktu 2 hingga 3 tahun.

"Sekarang kan sudah akhir tahun. Jadi tidak bisa mengajukan. Kan harus ada rembuk desa. Pengajuannya harus melalui Mesrembang. Jadi tidak bisa mendadak," jelasnya.. 

Yogi juga mengaku, sebulan sebelum proyek pembangunan jembatan Kedungasem, Kota Probolinggo, pihaknya mengajukan bantuan perbaikan jalan Sunan Prawoto. Namun, hingga kini belum ada respon dari Balai Besar PUPR Jawa Timur di Surabaya. 

Lanjutnya, meski saat ini jalan tersebut sudah diperbaiki sementara, namun pihaknya masih menunggu kabar proposal yang diajukan ke Balai Besar. 

"Pak Bambang Singgih Hartadi Kabid LLAJ Kabupaten yang telpon saya. Minta proposal. Seluruh persyaratannya sudah kami penuhi. Termasuk foto foto jalan yang rusak," ujarnya. 

Salah seorang warga yang ikut membantu pekerjaan uruk mengucapkan, banyak terima kasih ke pemerintah yang cepat merespon keluhan warga. Meski begitu, ia berharap dikemuddian hari jalan tetap diaspal atau dicor. 

"Saya rasa enggak masalah. Yang penting jalan sudah lebih baik meski hanya diuruk. Lain waktu ya harus diaspal atau dicor . Dikembalikan seperti semula," katanya singkat.

Sebelumnya, sejumlah warga Dusun Lajuk melakukan aksi tanam pisang dan padi di jalan alternatif penghubung kecamatan Leces dengan Kecamatan Dringu. Hal itu dilakukan karena jalan desa tersebut rusak parah. 

Padahal, jalan itu menjadi jalur alternatif untuk kendaraan besar, akibat jalur utama Kecamatan Leces ke Kota Probolinggo ditutup total karena adanya perbaikan jembatan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar