Bandeng Jelak Jadi Kuliner Primadona Khas Kota Pasuruan

Para petani bandeng jelak di Kota Pasuruan tengah memanen di tambak miliknya

KBRN, Pasuruan : Potensi bandeng jelak di Kota Pasuruan terus dimaksimalkan. Bahkan, Pemerintah Kota Pasuruan berkomitmen untuk menjadikan bandeng jelak sebagai ikon produk perikanan plus primadona kuliner khas Kota Pasuruan.

Wali Kota Pasuruan, Syaifullah Yusuf mengatakan selama ini bandeng jelak banyak dinikmati oleh masyarakat di luar Kota Pasuruan. Dalam artian, pemesanan dengan jumlah banyak lebih didominasi oleh penikmat bandeng dari Surabaya, Malang, Probolinggo dan Mojokerto.

Sedangkan dari warga Kota Pasuruan sendiri, bandeng jelak belum banyak dijadikan sebagai santapan utama menu keluarga ataupun menu di berbagai rumah makan. Oleh karenanya, seluruh restoran, hotel, tempat makan di Kota Pasuruan diminta menghadirkan olahan bandeng jelak sebagai primadona menu utamanya.

"Kalau tidak kita mulai, tidak bisa-bisa. Maka dari itu, bandeng jelak saya minta dijadikan sebagai menu utama di semua rumah makan, restoran, hotel di Kota Pasuruan. Dan tentunya seluruh warga untuk bisa menjadikan ikan bandeng jelak sebagai menu keluarga," kata Gus Ipul di sela-sela kesibukannya, Jumat (26/11/2021) pagi.

Dijelaskannya, bandeng ini dinamakan bandeng jelak karena berasal dari Kampung Jelak di Dusun Jelak, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.

Hanya saja, apabila dibanding dengan Sidoarjo dan Gresik, bandeng jelak berukuran lebih kecil. Namun, dari segi kualitas rasa, bandeng jelak memiliki rasa khas, yakni lebih gurih dan tidak bau tanah.

“Bandeng jelak rasanya lebih gurih dan tidak bau tanah. Ini yang berbeda dengan bandeng lainnya," singkatnya.

Selain sebagai menu wajib di semua tempat makan, restoran dan hotel, Pemkot Pasuruan juga menggelar festival maupun lomba bandeng super dan aneka olahan bandeng.

Dan untuk ke depannya, Bandeng Jelak juga akan dipatenkan. Sehingga bandeng yang tidak berasa tanah nantinya akan dikenal dengan nama Bandeng Jelak.

"Harus dipatenkan, karena biar semua masyarakat Indonesia tahu bahwa ada bandeng yang namanya bandeng jelak tidak bau tanah, dan itu dari Kota Pasuruan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan, Imam Subekti mengatakan, sebagai langkah awal mengangkat derajat bandeng jelak akan dilakukan dengan menjadikan Bandeng Jelak menjadi tuan rumah di Kota Pasuruan.

“Jadi kita minta bandeng yang diolah dan dikonsumsi warga Kota Pasuruan adalah bandeng Jelak,” ujarnya.

Menurut dia, potensi Bandeng Jelak sangat tinggi karena Kota Pasuruan memiliki lahan tambak seluas 651 hektar yang tersebar di 6 kelurahan.  Yakni Kelurahan Gadingrejo, Mandaran, Tambakan, Tapa'an, Kepel dan Blandongan.

Apabila diprosentasekan, luasan tambak bandeng mencapai 17 persen dari total wilayah dengan produksi hingga mencapai 1600 ton pertahun.

"Kalau paling banyak ya di Dusun Jelak, Kelurahan Blandongan sampai 143 hektar. Dan sekarang sudah banyak yang panen. 1 kilo sampai 8 ekor dengan ukuran 15-20 centimeter dengan umur 3-4 bulan," jelas Imam kepada RRI.

Lebih lanjut Imam menegaskan bahwa market bandeng jelak sangat luar biasa. Dalam sebulan, 2 poklahsar mengirim bandeng presto ke Lombok sebanyak 600 kotak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar