Masyarakat Diijinkan Mengambil Galian Tanah di Situs Candi Gedog, Disbudpar: Harus Koordinasi dengan Pemkot

KBRN, Blitar : Proses Ekskavasi Situs Candi Gedog yang berlangsung selama 8 hari terhitung sejak Selasa (19/7/2022) hingga Selasa (26/7/2022), belum membuahkan hasil yang diinginkan. Dalam pelaksanaan ekskavasi, tim yang berada dilapangan melakukan galian tanah yang cukup dalam, sehingga saat ini menyisahkan gundukan tanah.

Menanggapi hal ini Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar, Edy Wasono mengatakan, terkait dengan gundukan tanah hasil galian tersebut sebenarnya siapa saja boleh mengambilnya, terutama masyarakat yang membutuhkan. Namun, dengan catatan harus berkoordinasi dengan Pemkot Blitar dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar.

"Masyarakat itu boleh jika memang membutuhkan tanah gundukan hasil galian itu, kami ngga melarangnya. Tapi juga harus tetap koordinasi dengan kami dulu," kata dia, Selasa (16/8/2022).

Edy menyebut, sebelumnya ia juga sudah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk melakukan pembersihan gundukan tanah hasil galian saat proses ekskavasi di Situs Candi Gedog. Dimana, gundukan tanah itu cukup banyak dan berada di sebelah utara lokasi Situs Candi Gedog.

"Sebenarnya kami juga koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pembersihan itu kan, tapi kalau ada masyarakat yang mau ya Monggo. Tapi harus komunikasi atau ijin dulu dengan kami," ucapnya.

Sekedar diketahui, sebelumnya tim dari Balai Cagar Pelestarian Budaya (BPCB) Provinsi Jatim memberikan rekomendasi kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar untuk melakukan pembersihan gundukan tanah tersebut. Tujuannya, agar tidak membahayakan, serta bisa lebih memudahkan saat proses ekskavasi tahap selanjutnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar