Jelang Iduladha, MUI Kota Blitar Sosialisasikan Panduan Ibadah di Tengah Wabah PMK

KBRN, Blitar : Menjelang hari raya Idul Adha, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Blitar memberikan sosialisasi kepada takmir masjid, panitia ibadah qurban, ormas Islam dan lain lain tentang panduan ibadah pada Hari Raya Idul Adha di masa wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (4/7/2022) di ruang sasana praja Pemkot Blitar.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Blitar Abdil Karim Muhaimin saat ditemui mengatakan, agar pelaksanaan ibadah di Hari Raya Idul Adha pada tahun ini tetap berjalan lancar dan tidak menimbulkan kekhawatiran dari masyarakat, maka pihaknya berkolaborasi dengan Pemkot Blitar untuk memberikan sosialisasi ini.

"Tujuan kami melakukan kegiatan ini adalah agar pelaksanaan ibadah di Hari Raya Idul Adha tetap berjalan lancar dan tidak sampai gaduh di kalangan masyarakat," katanya.

Dijelaskannya, berdasarkan fatwa MUI nomor 32  tahun 2022 tentang hukum dan panduan ibadah qurban saat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) telah disebutkan bahwa hewan qurban yang sudah dinyatakan positif terjangkit PMK dengan tingkat kesakitan berat maka tidak sah untuk dijadikan hewan qurban. Namun, jika hewan tersebut belum dinyatakan positif terjangkit PMK dengan tingkat kesakitan ringan maka masih sah dan boleh untuk dijadikan sebagai hewan qurban. 

"Sesuai fatwa MUI, jika hewan itu terinfeksi PMK dengan tingkat berat maka tidak sah untuk ibadah qurban, tapi kalau ringan masih diperbolehkan," jelasnya.

Menurut dia, untuk menentukan apakah hewan ternak tersebut sah atau tidaknya dijadikan sebagai hewan qurban maka hal tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan dan tim dokter dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar.

"Nanti ada petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian yang akan menentukan apakah hewan itu sah atau tidak dijadikan sebagai hewan qurban," ungkapnya.

Sementara itu Walikota Blitar Santoso menyampaikan, kegiatan sosialisasi ini penting dilakukan agar umat Islam tidak resah ketika akan melakukan ibadah di Hari Raya Idul Adha nanti. Sehingga, dari takmir masjid, panitia qurban hingga ormas Islam bisa menyampaikan hal ini kepada masyarakat sekitar tentang panduan ibadah qurban di tengah wabah PMK.

" Ini momenya tepat, agar masyarakat ngga resah dan galau, karena ini kan ditengah wabah PMK," tambah dia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar