Kasus PMK Terus Bertambah, Penutupan Pasar Hewan Sapi Dimoro Diperpanjang Tanpa Batas Waktu

KBRN, Blitar : Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memperpanjang penutupan pasar hewan sapi dimoro. Langkah ini untuk mencegah penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini statusnya Darurat Nasional. 

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Halim Sisworo. Ia menjelaskan, sebelumnya pasar hewan sapi dimoro ditutup mulai 10 Juni 2022 dan  rencananya dibuka pada 1 Juli 2022. Namun, secara nasional kasus PMK terus mengalami penambahan termasuk di wilayah Kota Blitar, maka penutupan pasar hewan sapi dimoro diperpanjang hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Karena sekarang statusnya darurat nasional, jadi penutupan pasar hewan sapi dimoro diperpanjang hingga batas waktu yang tidak tentu," jelasnya, Senin (4/7/2022).

Menurut Hakim, pasar hewan sapi dimoro akan dibuka kembali jika kondisi perkembangan kasus PMK secara nasional ataupun di Kota Blitar sudah melandai. Ia juga memastikan, untuk pasar hewan kambing dimoro akan tetap dibuka untuk umum dengan pantauan ketat dari Satgas PMK Kota Blitar.

"Nanti akan dibuka kalau kondisi sudah kondusif dan kasus melandai. Kalau untuk pasar kambing tetap kita buka dengan pantauan ketat dari satgas PMK," ujarnya.

Sekedar diketahui, berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar per 2 Juli 2022 jumlah ternak sapi yang suspek PMK sebanyak 263 ekor dan 32 ekor diantaranya sudah dinyatakan sembuh.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar