Operasi Patuh Semeru 2022, 828 Pengendara di Kota Blitar Ditilang Elektronik

KBRN, Blitar : Selama dua minggu pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2022 sejak 13 Juni - 26 Juni 2022, Satlantas Polres Blitar Kota berhasil menjaring 828 pelanggar lalu lintas, meliputi kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat. Ratusan kendaraan tersebut ditindak dengan sistem tilang elektronik.

Kasatlantas Polres Blitar Kota AKP Mulya Sugiharto menjelaskan, sebanyak 681 pengendara ditindak dengan sistem tilang Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau terpantau dari kamera yang diletakkan di lokasi tertentu. Sedangkan sisanya sebanyak 147 pengendara ditindak dengan sistem tilang Integrated Node Capture Attitude Record (INCAR) atau yang biasa disebut Mobil INCAR yang memiliki kamera pengawas.

"Selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2022 ada 681 pelanggar lalu lintas yang ditindak dengan sistem ETLE dan sebanyak 147 ditindak dengan sistem tilang Mobil INCAR," jelasnya, Senin (27/6/2022).

AKP Mulya juga menyebut, untuk jenis pelanggaran lebih didominasi kendaraan roda dua dan roda empat, yaitu menerobos lampu merah, tidak memakai helm, dan tidak memakai safety belt. Ia memastikan, sudah mengirim surat tilang kepada ratusan pelanggar lalu lintas dan dipastikan saat sudah diterima masing masing pelanggar.

"Kalau pelanggaran lebih didominasi kendaraan roda empat dan roda dua, menerobos lampu merah, tidak memakai helm dan tidak memakai safety belt," ujarnya.

Sementara itu AKP Mulya juga mengatakan, untuk penindakan tilang secara manual pada pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2022 pihaknya berhasil mengamankan 10 unit kendaraan roda dua. Puluhan kendaraan roda dua tersebut diketahui menggunakan knalpot brong dan dicurigai hendak melakukan balapan liar dan saat ini dipastikan puluhan kendaraan itu sudah diamankan di Mapolres Blitar Kota.

"Kalau yang penindakan manual itu kita lakukan pada malam minggu kemarin, ada 10 kendaraan yang kita amankan karena memakai knalpot brong dan dicurigai akan melakukan balap liar," kata dia.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2022 dengan penindakan secara tilang elektronik dinilai lebih efektif dibandingkan dengan penindakan secara manual. Itu berarti, keberadaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di tiga titik yakni, berada di Simpang Herlingga, Simpang Jl Kenari, dan Simpang Jl Tanjung dan satu unit mobil Integrated Node Capture Attitude Record (INCAR) atau tilang mobile bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas. Ia juga membandingkan, pada pelaksanaan Operasi Patuh Semeru di tahun tahun sebelumnya jumlah pelanggar yang dijaring bisa mencapai ribuan kendaraan, namun semenjak adanya tilang elektronik jumlah pelanggar turun drastis.

"Sesuai hasil evaluasi penindakan dengan sistem tilang elektronik lebih efektif jika dibandingkan dengan penindakan secara manual. Dengan adanya ETLE dan INCAR ini secara tidak langsung mempengaruhi dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih tertib dengan aturan lalu lintas," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar