Satpam Sekolah di Blitar Menyetubuhi Siswa SMP di Hotel

KBRN, Blitar : Seorang satuan pengamanan atau (Satpam) sekolah tingkat SMP di Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, dijebloskan ke tahanan Mapolres Blitar Kota. Pasalnya, pria berinisial PS (36) warga Desa Gembongan Kecamatan Ponggok telah melakukan tindakan asusila terhadap siswi kelas 3 SMP berinisial JC (15) yang juga warga Kecamatan Ponggok. Tindakan bejat tersebut dilakukan di salah satu hotel yang ada di Kecamatan Nglegok.

Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada 31 Mei 2022 dan baru ketahuan pada 7 Juni 2022. Kasus ini bisa terbongkar ketika keluarga korban merasa curiga karena korban tak kunjung pulang ke rumah. Korban merupakan anak broken home, ibunya berada di Tulungagung karena sudah menikah lagi dan ayahnya bekerja di Kalimantan dan ia tinggal di Blitar bersama dengan tantenya.

Awalnya, tante korban berusaha memeriksa ponsel korban, lalu mengetahui isi pesan WhatsAppnya dengan pelaku yang berisi tentang ajakan kepada korban untuk menginap di sebuah hotel. Hal ini langsung diinformasikan kepada ibu korban, kemudian ibu korban bertemu dengan anaknya untuk menanyakan hal tersebut. Akhirnya, sang anak mengakui bahwa telah melakukan tindakan asusila bersama dengan pelaku.

"Awalnya itu dari kecurigaan pihak keluarga yang mana korban kok tidak pulang kerumah. Kebetulan dia ini kan orang tuanya pisah, di Blitar tinggal bersama tantenya. Sedangkan ibunya di Tulungagung dan ayahnya bekerja di Kalimantan," jelasnya, Jum'at (26/6/2022).

Dengan rayuan maut, mengiming imingi akan memberikan sejumlah uang dan menjanjikan bersedia menjadi teman curhat, pelaku mengajak korban di sebuah hotel di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

Kata AKBP Argowiyono, kedekatan keduanya bermula saat pelaku dan korban sering bertemu di sekolah. Bahkan, korban juga sering nongkrong di pos satpam di tempat pelaku bekerja. Di sini, korban sering bercerita tentang permasalahan asmaranya dengan pelaku, dan pelaku berjanji selalu bersedia untuk menerima keluh kesah dari korban.

"Korban ini sering sekali curhat dengan pelaku di pos satpam tempat pelaku bekerja, di sini pelaku berjanji selalu siap menerima keluh kesah dari korban," kata dia.

Sementara itu saat ditanya awak media, pelaku berinisial PS (36) mengatakan, baru sekali melakukan perbuatan asusila dengan korban. Ia juga sering mendengar curhatan korban tentang kekasihnya, ketika korban nongkrong di pos satpam.

Dari sinilah, Ia merasa tergoda untuk berbuat asusila karena ingin melampiaskan nafsunya. Karena selama dua tahun terakhir ia hanya hidup bersama anaknya, sedangkan sang istri menjadi seorang TKW di luar negeri. Sebelum melakukan perbuatan asusila, ia sempat mengirimkan video porno ke korban dan setelah melakukan perbuatan asusila ia memberikan uang kepada korban senilai Rp300.000 .

"Baru sekali melakukan itu, awalnya sering nongkrong di pos satpam. Waktu melakukan itu di hotel, terus saya kasih uang," ucapnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar