Wabah PMK Merebak, Pemkot Blitar akan Melakukan Pendataan Hewan Qurban Sapi

KBRN, Blitar : Menjelang Hari Raya Idul Adha, wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak sapi sudah mulai masuk ke wilayah Kota Blitar. Bahkan, sejauh ini ada 96 ekor sapi yang dinyatakan suspek PMK.

Untuk mengantisipasi agar tidak ada hewan qurban sapi yang dijual dalam kondisi sakit. Maka, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian akan melakukan pendataan sapi untuk dijadikan hewan qurban pada Hari Raya Idul Adha mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar Rodiyah. Ia menjelaskan, pendataan ini dilakukan untuk memastikan ternak sapi yang dijadikan untuk hewan qurban dan dijual ke masyarakat dalam kondisi yang sehat dan tidak terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Kami akan melakukan pendataan sapi yang akan digunakan untuk hewan qurban, tujuannya untuk memastikan bahwa sapi yang dijual untuk masyarakat ini benar benar dalam kondisi yang sehat," jelasnya, Jumat (24/6/2022).

Rodiyah menyebut, sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan apakah pasar hewan sapi Dimoro akan tetap ditutup akan dibuka kembali di momen menjelang Idul Adha, sebab perlu dilakukan evaluasi dengan melihat kondisi perkembangan PMK di Kota Blitar. Ia juga mengaku, per tahun biasanya kebutuhan ternak sapi untuk dijadikan sebagai hewan qurban saat hari raya Idul Adha di Kota Blitar sebanyak 500 an ekor. Namun, untuk tahun ini akan dipantau kembali apakah peminat sapi masih banyak atau justru beralih ke kambing. 

"Kita kan belum bisa memastikan pasar hewan itu akan tetap ditutup atau dibuka, karena harus dilakukan evaluasi dulu. Kalau kebutuhan sapi untuk qurban itu biasnya per tahun 500 an ekor, tapi tahun ini belum tau ya, apakah masyarakat tetap memilih sapi atau beralih ke kambing," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar Hakim Sisworo berharap, 2 Minggu menjelang hari raya Idul Adha pasar hewan sapi Dimoro bisa kembali dibuka, namun hal tersebut harus menunggu intruksi lebih lanjut dari tim gugus tugas. Namun, jika nantinya diputuskan penutupan diperpanjang, maka pihaknya telah menyiapkan strategi jual beli ternak sapi. Yaitu, pihaknya akan melakukan pendataan sapi di seluruh peternak, kemudian Pemkot Blitar melalui Diskominfotik akan menginformasikan kepada masyarakat tentang peternak-peternak yang memiliki stok sapi untuk hewan qurban.

"Harapan kami sebenarnya sudah bisa buka, tapi kalau masih ditutup kami sudah menyiapkan strategi untuk jual beli sapi untuk qurban," kata dia.

Sekedar diketahui, penutupan pasar hewan sapi Dimoro yang semula hanya sampai 19 Juni 2022 juga diperpanjang sampai 26 Juni 2022 karena perkembangan kasus PMK masih terus bertambah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar