Awal Januari 2022, 5 Kasus DBD dan 12 Chikungunya Ditemukan di Kota Blitar

KBRN, Blitar : Menginjak awal tahun 2022, tepatnya hingga tanggal 27 Januari, Dinas Kesehatan Kota Blitar telah menemukan 5 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan 12 kasus Chikungunya.

Hal ini dibenarkan oleh Kasi P2P Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Blitar Dr. Trianang Setiawan. Ia mengatakan, untuk temuan kasus DBD total ada 5 kasus, kemudian Demam Dengue (DD) sebanyak 36 kasus. Artinya secara keseluruhan penemuan kasus DBD dan DD sebanyak 41 kasus.

"Awal Januari ini ya hingga tanggal 27, kami sudah mendapat laporan ada kasus DBD sebanyalk 5 kasus, DD sebanyak 36 kasus jadi totalnya itu ada 41 kasus," jelas Dr. Trianang Setiawan, Jum'at (28/1/2022).

Menurut dia, antara kasus DBD dan DD itu berbeda. Jika seseorang sudah terjangkit penyakit DBD maka sudah berkaitan dengan kadar trombosit yang turun drastis. Sedangkan seseorang terjangkit Demam Dengue (DD) hanya mengalami gejala yang ringan dan kadar trombosit nya masih normal.

"Bedanya itu kalau yang sudah DBD mempengaruhi kadar trombosit sudah menurun, tetapi kalau DD itu hanya mengalami gejala ringan dan kadar trombosit nya normal," ujarnya.

Sementara itu, untuk kasus Chikungunya hingga tanggal 27 Januari 2022, Dinas Kesehatan Kota Blitar sudah menemukan laporan sebanyak 12 kasus. Dr. Trianang mengaku, penularan penyakit chikungunya itu hampir sama dengan DBD yakni dari gigitan nyamuk. Penyakit Chikungunya itu penularannya lebih cepat, tetapi tidak lebih berbahaya daripada penyakit DBD.

"Chikungunya dan DBD itu hampir sama ya, karena penularannya dari gigitan nyamuk. Sampai tanggal 27 Januari kami sudah mendapat laporan ada 12 kasus," ungkap dia.

Lebih lanjut Dr. Trianang Setiawan menambahkan, sampai saat ini beberapa orang yang terjangkit penyakit DBD maupun Chikungunya tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Ia memastikan, tidak ada warga Kota Blitar yang meninggal dunia akibat penyakit ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar