Pemkot Blitar Tunggu Mekanisme Distribusi Minyak Goreng Bersubsidi ke Distributor dan Agen

KBRN, Blitar : Kebijakan penjualan minyak goreng bersubsidi belum bisa diterapkan secara sepenuhnya di Kota Blitar. Terbukti, hingga Kamis (27/1/2022) sejumlah pedagang di pasar tradisional belum menjual minyak goreng bersubsidi, sedangkan yang sudah menjualnya hanya di toko ritel.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) Kota Blitar, Hakim Sisworo. Ia mengatakan, sampai saat ini ia masih menunggu juknis tentang mekanisme distribusi minyak goreng bersubsidi ke distributor dan agen. Dikarenakan, mekanismenya masih disusun maka penjualan minyak goreng bersubsidi belum bisa diterapkan di pasar tradisional.

"Sampai saat ini kami juga masih menunggu bagaimana mekanisme distribusi minyak goreng ke agen dan distributor. Jadi, itu kan masih disusun sehingga penjualan minyak goreng di pasar tradisional belum bisa diterapkan," terang Hak Sisworo, Kamis (27/1/2022).

Hakim menjelaskan, berdasarkan hasil zoom meeting dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim dan Kementrian Perdagangan (Kemendag) nantinya minyak goreng itu akan didistribusikan langsung ke masing masing distributor dan agen. Saat ini, tengah dilakukan pengecekan jumlah stok di distributor, agen, dan juga beberapa pedagang di pasar tradisional untuk bisa menerapkan penjualan minyak goreng bersubsidi.

"Kemarin kami juga sudah zoom meeting dengan provinsi dan Kementrian, jadi nanti itu minyak goreng bersubsidi akan langsung didistribusikan ke masing masing agen dan distributor, jadi sekarang itu masih di cek stoknya bagaimana agar bisa menerapkan penjualan minyak goreng bersubsidi," ucap dia.

Menurut Hakim Sisworo, berdasarkan informasi target penyelesaian mekanisme ini selesai pada ini. Sehingga secepatnya penerapan kebijakan harga minyak goreng bersubsidi bisa segera diberlakukan di pasar tradisional. Untuk itu, peran dari Disperdagin adalah hanya melakukan pemantauan, sebab pendistribusian minyak goreng bersubsidi langsung dari Kemendag ke agen dan distributor.

"Target nya ya minggu ini mekanismenya diselesaikan, dan secepatnya pedagang di pasar tradisional bisa menjual minyak goreng bersubsidi," kata dia.

Sekedar diketahui, sampai saat ini pedagang pasar tradisional di Kota Blitar meliputi pasar pon, pasar templek, dan pasar legimasih menjual minyak goreng seharga Rp 19 ribu - Rp 20 ribu per liternya. Sedangkan, yang menjual minyak goreng dengan harga Rp 14 ribu hanya ada di toko ritel.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar