Vaksinasi Booster di Kota Blitar Baru Dimulai Besok

KBRN, Blitar : Meski Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan bahwa pelaksanaan vaksinasi booster Covid-19 sudah bisa dimulai sejak Rabu (12/1/2022), namun di Kota Blitar baru memulai atau kick off vaksinasi booster dilakukan pada Selasa (18/1/2022) besok. 

Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Blitar Santoso usai memimpin rapat analisa dan evaluasi penanganan Covid-19 pada Senin (17/01/2022).

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan dan kesiapan vaksin serta petugas medis pelaksanaan vaksinasi booster Covid 19 akan mulai dilakukan pada Selasa (18/1/2022).

"Memang dari Bapak Presiden sudah diijinkan sejak pekan lalu, tapi di Kota Blitar masih menyiapkan sejumlah sarana prasarana, sehingga akan kick off pada Selasa besok," ucap Santoso, Senin (17/1/2022).

Dijelaskan Santoso ada tiga lokasi untuk pelaksanaan kick off vaksinasi booster di Kota Blitar. Meliputi, Kecamatan Sukorejo ditempatkan di Kelurahan Pakunden dengan jumlah sasaran 100 orang, Kecamatan Kepanjenkidul ditempatkan di Kelurahan Ngadirejo dengan sasaran 150 orang dan Kecamatan Sananwetan ditempatkan di Kelurahan Karangtengah dengan sasaran 150 orang.

"Vaksinasi Booster saat ini lebih diperuntukkan oleh lansia, dan besok kick off vaksinasi booster ini akan dilakukan ditiga lokasi yang tersebar di tiga kecamatan," jelas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar dr Dharma Setiawan mengatakan, ketentuan vaksinasi booster Covid-19 yang diberikan kepada masyarakat adalah bagi yang sebelumnya menerima vaksin Covid-19 dosis pertama dan kedua jenis Sinovac, maka pada vaksin booster akan mendapat vaksin jenis AstraZeneca atau Pfizer dengan dosis separuh. Sedangkan bagi yang mendapat vaksin Covid 19 dosis pertama dan kedua jenis Astrazeneca, maka pada pemberian vaksin booster akan mendapat vaksin jenis Moderna atau Pfizer dengan dosis separuh.

"Ada ketentuan ya untuk vaksin booster ini, kalau yang sebelumnya dapat vaksin jenis sinovac maka vaksin booster akan mendapat jenis AstraZeneca atau Pfizer, sedangan yang sebelumnya dapat AstraZeneca maka pada vaksin booster akan mendapat jenis moderna atau Pfizer," kata dr Dharma Setiawan.

Lebih lanjut ia menambahkan, pemberian vaksin booster ini hanya untuk masyarakat yang jaraknya vaksin kedua dengan vaksin booster minimal 6 bulan. Jika tidak sampai 6 bulan, maka belum boleh menerima vaksin booster.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar