Pemkot Blitar Siapkan Aturan Disiplin Protokol Kesehatan di Lingkungan Pasar Tradisional

KBRN, Blitar : Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Blitar tengah fokus menata pendisiplinan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 di sejumlah pasar tradisional di masa uji coba PPKM Level 1 New Normal. 

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Blitar Hakim Sisworo mengatakan, ada tiga pasar tradisional yang tengah ditata pendisiplinan protokol kesehatan, meliputi Pasar Legi, Pasar Pon dan Pasar Templek. Setiap lokasi pasar wajib memiliki barcode aplikasi Peduli Lindungi, selain itu juga harus ada petugas yang mengawasi penerapan protokol kesehatan. 

"Di Kota Blitar ada tiga pasar tradisional yang tengah kami tata untuk pendisiplinan protokol kesehatan, mulai dari penerapan aplikasi Peduli Lindungi, serta adanya petugas yang mengawasi penerapan protokol kesehatan," kata Hakim, Kamis (14/10/2021). 

Menurut dia, untuk di pasar templek utamanya pedagang yang berada di jalan anggrek harus tertib aturan protokol kesehatan dan dilarang menggangu arus lalu lintas saat berjualan. Kemudian, bagi pedagang yang tidak taat aturan protokol kesehatan akan diberikan peringatan sebanyak tiga kali, jika tidak mengindahkan maka akan diberikan sanksi. 

"Untuk pasar templek utamanya yang berjualan di jalan anggrek, kami sudah melakukan rapat dengan mereka. Saya perintahkan agar mereka patuh protokol kesehatan, dan sesuai kesepakatan aktivitas berjualan selesai pada pukul 06.30 pagi, karena daerah itu sering terjadi gangguan arus lalu lintas," ungkap Hakim. 

Sementara itu, menurut Hakim, untuk pasar pon akan dijadikan percontohan pasar tradisional yang telah menetapkan protokol kesehatan dengan ketat yakni menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Sedangkan untuk pasar legi saat ini masih dalam tahap usulan mendapat barcode aplikasi Peduli Lindungi. 

"Kalau pasar pon akan kita jadikan percontohan, sebab disana sudah terapkan aplikasi peduli lindungi. Kalau untuk pasar legi masih kami usulkan," ucap dia. 

Sekedar diketahui, sebelumnya Disperdagin bekerjasama dengan Satgas Covid-19 melakukan tes swab antigen kepada pedagang pasar tumpah di Jl Anggrek atau di depan Pasar Templek, Rabu (13/10/2021). Sebanyak 80 pedagang pasar tumpah di Jl Anggrek atau depan Pasar Templek menjalani tes swab antigen sebagai bentuk pendisiplinan protokol kesehatan. Hasilnya, para pedagang dinyatakan non reaktif hasil tes swab antigen.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00