Lima Rekomendasi Kuliner Malam di Makassar

Coto gagak. (Instagram)

Sari Laut H Toha

Para pecinta seafood, jika kelaparan tengah malam di Makassar bisa mampir di Sari Laut H Toha, Rotterdam. Sari Laut H Toha, Rotterdam merupakan kawasan warung-warung penjual seafood.

Disebut Sari Laut H Toha, Rotterdam sebab letaknya berada di dekat Benteng Rotterdam atau Fort Rotterdam.

Tempat makan ini buka setiap harinya selama 24 jam, Sari Laut H Toha Rotterdam berada di Jalan Penghibur. Menu makanan di tempat makan ini juga beragam, dan selain menjual seafood juga tersedia, ayam bakar maupun ayam goreng.

Songkolo begadang. (Instagram)

Songkolo Bagadang Antang

Songkolo Bagadang adalah makanan khas Makassar, dari namanya "songkolo” memiliki arti  nasi ketan.Biasanya songkolo akan disajikan bersama ikan teri, sambal, telur asin, serta serundeng atau parutan kelapa yang disangrai.

Sajian sederhana ini bisa menjadi santapanmu saat lapar tengah malam. "Songkolo Bagadang" sendiri adalah Songkolo yang ditujukan sebagai makanan dini hari untuk orang-orang yang begadang.

Tekstur ketan yang kenyal dan sedikit lengket memiliki rasa gurih berpadu dengan pedasnya sambal. Tambah nikmat saat disantap dengan ikan teri, telur asin, dan serundeng. 

Tempat makan yang berada di Jalan Pannara Nomor 19, Kota Makassar ini buka 24 jam. Satu porsi songkolo dihargai Rp 10.000 untuk yang ukuran kecil dan Rp 12.500 untuk porsi besar.

Selain songkolo, Songkolo Bagadang Alhamdulillah juga menyajikan Pallubasa, Nasi Kuning Ayam Palekko, Nasi Campur Daging Rendang, dan masih banyak lagi.

Pisang Epe Losari

Kalau kuliner yang satu ini ditujukan untuk kamu yang mencari kudapan manis tengah malam. Pisang epe merupakan pisang yang dipipihkan kemudian dibakar dan disiram dengan saus gula merah yang manis legit.

Ada banyak penjual pisang epe di sepanjang anjungan Pantai Losari. Pisang Epe di Pantao Losari buka dari 17.00- 04.00 Wita. Satu porsi dari Pisang dijual seharga Rp 10.000.

Untuk meniomati sejumlah kuliner ini, sudah dapat dilakukan makan di tempat. Akan tetapi karena masig dalam kondisi pandemi virua corona atau COVID-19 maka diimbau untuk membungkus pulang ke tempat menginap.

Halaman 2 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00