Apang Bugis, Kue Tradisional yang Kembali Hits

Kue apang bugis siap santap.

KBRN, Makassar : Kota Makassar, atau Sulawesi Selatan secara umum memiliki beragam makanan baik dari sekadar kudapan camilan ataupun makanan besar. Di Makassar beberapa bulan terakhir ini lagi hits makanan Apang bugis atau orang Jawa menyebunya apem.

Kue tradisional khas suku Bugis-Makassar ini memiliki bentuk beragam, ada yang bentuknya segitiga, ada juga yang bentuknya kotak. Kue ini memiliki komposisi tepung beras dengan gula aren atau gula merah sehingga membuat tampilan Apang bugis berwarna kecoklatan. Adapun cara membuat kue Apang Bugis ini adalah dengan dikukus.

Apang bugis, bagi masyarakat di Kota Makassar biasa dijadikan teman minum kopi atau teh di pagi hari sebelum berangkat kerja atau aktvitas lainnya. Apang Bugis memiliki tekstur yang lembut serta rasa manis yang pas.

Menikmati kue Apang Bugis akan terasa lebih nikmat jika ditambah dengan parutan kepala segar. Sehingga rasanya akan lebih kaya, ada manisnya dan ada juga gurihnya.

Tidak sulit untuk mendapatkan kuliner khas yang satu ini, di beberapa sudut kota muda dijumpai berbagai penjual yang menjajakannya, ada yang menjual dengan tempat sederhana hingga tempat yang besar.

Salah satu penjual kue Apang Bugis yang ramai pengunjung ada di daerah Kecamatan Parangtambung. Kedai Apang Bugis ini setiap harinya rama dikunjungi oleh pengunjung dan tidak pernah terlihat sepi.

"Belum lama juga saya berjualan kue Apang Bugis di sini, tapi untuk animo masyarakat menikmati kue ini sangat besar," kata Kasma pemilik warung itu.

Ia mengatakan, kue Apang Bugis ini sempat tidak populer dan kalah dengan kue lainnya, tapi entah apa sebabnya kue ini kembali populer di tengah masyarakat.

Perempuan yang berasal dari Kabupaten Sidrap ini mengaku menjual satu kue Apang Bugisnya seharga seribu rupiah saja.

Sahabuddin, salah seorang penikmat Apang Bugis mengaku hampir setiap hari dirinya datang untuk membeli kue tradisional yang melegenda ini. Apang Bugis baginya bisa sebagai makanan penahan lapar hingga jam makan siang.

"Paling enak dinikmati sama kopi hitam tanpa gula, sebab rasa Apang Bugis kan sudah manis, jadi perpaduannya sangat pas," ujar Sahabuddin.

Selanjutnya : Sakral

Halaman 1 dari 3

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00