Balapan Sepeda akan Jadi Tren Baru di Makassar

Ilustrasi balapan sepeda. (Unsplash)

KBRN, Makassar: Selama masa pandemi virus corona atau covid-19 tren di tengah-tengah masyarakat beragam dan beberapa diantara yang muncul merupakan tren yang sudah pernah dilakukan. Sosiolog Universitas Indonesia Timur Anshar Aminullah menilai kecenderungan masyarakat kita sekarang ini memang amat gampang tergiring oleh tren di media sosial. 

“Setiap ada yang viral pasti itu yang kemudian menjadi salah satu hal yang tak boleh tertinggal untuk dilakukan atau dikerjakan. Menjadi fast follower sudah menjadi ciri dari tak sedikit anak muda kita, bahkan kaum emmak-emmak pun adalah pengikut cepat digarda terdepan,” kata Ansar, Rabu, 21 Oktober 2020.

Anshar menambahkan, khusus untuk trend Tanaman hias atau berbagai jenis bunga-bunga masih akan mewarnai aktivitas masyarakat kita dalam beberapa minggu kedepan. Khusus trend bersepeda dan Tik-Tok akan tetap bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama.

“Namun ada kemungkinan akan muncul tren lama namun mungkin hanya bertahan sebentar. Yakni  meme-meme dan video-video lucu dan kritis seputar Pilkada serentak 9 Desember 2020 nanti. Para warga net akan banyak berseliweran dalam intensitas yang cukup tinggi di medsos,” ujarnya.

Ia menyebut, tren baru yang bakala  akan muncul adalah tren balapan sepeda hal ini disebabkan aktivitas Gowes yang cenderung dilakukan sebagai olahraga santai akan menemui titik jenuhnya. Mengayuh sepeda dalam kecepatan tinggi dalam sebuah format perlombaan antar komunitas bisa jadi akan muncul. 

“Meskipun masih tetap mengedepankan protokoler kesehatan, namun animo komunitas Gowes bisa jadi akan beralih kesini. Ini akan menjadi hiburan tersendiri ditengah kejenuhan kita dalam menjalani masa tak jelas di pandemi ini,” lanjut Anshar.

Pengurua Masika ICMI Sulsel itu menambahkan, situasi Pandemi yang berkepanjangan ini membuat masyarakat kita menjadi lebih cepat mengikuti trend yang viral di media sosial. Aktivitas yang masih didominasi di Work From Home membuat banyak orang akan  mengatasi rasa jenuh dengan berbagai kesibukan dan kreativitas yang sedang heboh dibicarakan.  

“Masyarakat kita seperti nyaris kehilangan upaya menuju Modernisasi tingkat Inovasi, masyarakat kita pada tingkat ini memiliki ciri-ciri yang belum dapat menciptakan sendiri barang-barang teknologi yang dibutuhkan. Dalam banyak realitas, kondisi diatas hampir mewarnai masyarakat kita yang masih dalam taraf menikmati barang industri sebatas kebutuhan konsumtif,” jelasnya.

Salah seorang warga, Isnaeni mengatakan selama mengikuti proses bekerja dari rumah dirinya mengaku banyak mengikuti tren-tren utamanya yang banyak berseliweran di media sosial.

“Selain melakukan aktivitas yang ada di beberapa aplikasi media sosial, saya juga melakukan aktivitas sepeda dan tergabung dengan komunitas sepeda. Selain itu saat ini tren bunga-bunga saya juga mengikutinya,” ujarnya.

Neni -sapaan akrabnya menyebut, di masa tren bunga-bunga Ia bahkan rela mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli bunga yang cantik maupun yang dianggap langka.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00