J3K Dari Gojek Mendukung Perubahan Perilaku Konsumen dan Pelaku Usaha Dimasa Pandemi Covid-19

KBRN, Makassar : Perubahan perilaku konsumen dan adaptasi pelaku usaha di masa pandemi covid-19 menjadi tema webinar Gojek kerjasama AJI indonesia, berlangsung pada Jumat,16/10/2020. Dalam webinar tersebut ikut menghadirkan Sunarti sain selaku pimpinan redaksi harian Radar Selatan, dr. Theresia Novi sp. PK selaku Ketua Komite Medik Halodoc serta Anandita Danaatmadja selaku VP Regional Strategy- Gojek east Indonesia. 

Dalam pemaparannya Anandita Danaatmadja mengungkapkan beberapa perubahan perilaku konsumen ditengah pandemi covid-19 yang lebih banyak dirumah memanfaatkan aplikasi Gojek baik itu untuk berbelanja kebutuhan sehari - hari.

" jadi disini kita lihat perubahan belanja konsumen menggunakan Gomart itu naik 44% sedangkan Gofood juga mengalami kenaikan rata-rata 25%. Nah untuk tingkat konsumen sendiri juga bertambah sekitar 86% di masa pandemi, ini juga tidak luput dari kepercayaan konsumen dengan adanya program J3K dari Gojek," tutur Anandita.

Selain Gomart,  Gojek juga menambah layanan Goshop untuk memudahkan konsumen berbelanja kebutuhan sembako langsung dari pasar tradisional  yang telah bermitra dengan Gojek, dengan hanya dirumah saja. Ditambahkan Anandita, untuk memberi rasa aman bagi pelanggannya, "Gojek juga menyiapkan zona nyaman bagi pelanggan di beberapa kota di Kalimantan dan Sulawesi. Termasuk menyiapkan Posko aman J3K bagi para mitra Gojek," pungkasnya.

Perubahan perilaku konsumen tidak hanya terlihat dari penggunaan layanan antar jemput makanan di Gojek, Layanan Halodoc juga makin diminati konsumen Gojek. Bagaimana tidak, layanan kesehatan yang menghadirkan 20 ribu lebih doker berlisensi ini dapat menjawab seluruh keluhan penyakit konsumen termasuk kebutuhan informasi tentang covid-19. 

Hal inipun diakui dr. Theresia Novi sp. PK selaku Ketua Komite Medik Halodoc, "saat ini aplikasi Halodoc memiliki 18 juta lebih pengguna aktif dengan rata - rata kepuasan pengguna mencapai 98,5%," ungkapnya.

Dalam perubahan pola hidup dimasa pandemi dan adaptasi kebiasaan baru ditengah masyarakat, tentunya media juga berperan penting. Sunarti sain selaku pimpinan redaksi harian Radar Selatan menyebut, "saat ini rekan - rekan media juga sudah terbatas pergerakannya ditengah pandemi ini. Namun kami justru memanfaatkan Citizen jurnalis atau jurnalisme warga yang rupanya efektiv karena banyak dari mereka yang senang berbagi informasi khususnya melalui media sosial," tutur Sunarti.

Webinar ini turut dihadiri para pewarta dari berbagai media di Kalimantan, Sulawesi dan Maluku dan Papua.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00