Begini Cara Tetap Bugar Berolahraga Selama Ramadhan

Prajurit TNI AL Satgas Latihan Operasi Pendaratan Administrasi (Latopsratmin) 2021 berolahraga di geladak helikopter KRI Teluk Bintuni-520 saat berlayar di Selat Bangka, Minggu (11/4/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

KBRN, Jakarta: Bulan Ramadan merupakan waktu di mana umat muslim diwajibkan untuk menjalani ibadah puasa dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari. Antara waktu tersebut, kurang lebih selama 13 jam, tubuh tidak mendapatkan suplai makanan dan minuman.

Tubuh lemas, ditambah rasa kantuk yang kerap datang membuat sebagian orang malas olahraga saat puasa di bulan Ramadan. 

Padahal, momen puasa seharusnya tak jadi alasan untuk malas berolahraga. Saat puasa atau tidak puasa, olahraga tetap penting untuk kesehatan. Olahraga teratur membangun daya tahan tubuh yang kuat.

Olahraga di bulan Ramadan juga sebenarnya tak jauh berbeda dengan olahraga di hari biasa. Namun, ada beberapa tips agar olahraga di bulan Ramadan tetap nyaman tanpa mengganggu ibadah puasa.

1. Pilih Waktu olahraga yang Tepat

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah waktu olahraga saat bulan puasa. Tidak disarankan untuk melakukan olahraga di siang hari ketika puasa berlangsung.

Seperti dilansir dari thenational and islamicity (16/4/21), olahraga sebaiknya tidak dilakukan saat berpuasa karena perut dalam keadaan kosong. Waktu terbaik untuk melakukan olahraga di bulan Ramadan adalah pada saat setelah berbuka, karena setelah berbuka tubuh mendapatkan energinya kembali dari makanan dan minuman.

Pilihan waktu lainnya adalah beberapa saat menjelang berbuka puasa. Anda bisa berolahraga 30-60 menit menjelang berbuka karena mendekati waktu makan. Sehingga tubuh dapat segera mendapat asupan energi kembali.

Hal ini sepertinya sah-sah saja tergantung dari kebugaran setiap individu. Ada orang yang mampu melakukan olahraga saat berpuasa dan ada juga yang tidak, tergantung dari kebiasaan orang tersebut melakukan olahraga.

2. Pastikan Hidrasi cukup saat sahur dan berbuka

Asupan air yang cukup saat santap sahur dan berbuka akan mencegah risiko dehidrasi selama puasa. Personal trainer, Sunny Salique, mengatakan bahwa hidrasi adalah faktor yang sangat penting, apalagi saat Anda merencanakan olahraga.

"Saya biasanya minum empat gelas besar air sebelum matahari terbit, untuk memastikan saya terhidrasi seharian," ujar Salique, mengutip dari The Independent (16/4/21).

3. Asupan makanan yang diperlukan

Saat Ramadan, tubuh diberi waktu dua kali untuk makan, yaitu saat sahur dan berbuka puasa (waktu maghrib). Waktu makan di bulan Ramadan agak berubah dibandingkan dengan hari biasanya.

Selain itu, porsi makan mungkin juga dapat berubah. Namun, usahakan untuk tetap mengonsumsi makanan dalam jumlah yang sama seperti hari biasanya, tidak berlebih dan juga tidak kekurangan. Pastikan menu makanan tetap mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan tubuh.

Para ahli gizi kerap menyerukan pemenuhan kebutuhan nutrisi selama puasa. Asupan nutrisi yang tepat bakal membuat Anda tetap bertenaga, termasuk salah satunya untuk berolahraga, meski berpuasa.

Anar Allidina, ahli gizi yang berbasis di Ontario, Kanada, menyarankan untuk mengonsumsi smoothie jika Anda tak banyak memiliki waktu untuk menyiapkan menu sahur.

Dia merekomendasikan smoothie dengan buah-buahan, sayuran, biji chia, dan selai kacang. "Protein adalah kunci. Itu yang akan membuat Anda kenyang," kata Allidina mengutip dari Global News.

4. Pilih Olahraga yang baik dilakukan saat puasa

Selanjutnya yang harus Anda perhatikan adalah jenis olahraga. Lakukan jenis olahraga yang biasa Anda lakukan seperti biasanya. Namun, sebaiknya lakukan jenis olahraga intensitas ringan sampai sedang, seperti berjalan, jogging, dan bersepeda. Disarankan untuk tidak mencoba intensitas olahraga yang lebih tinggi dari yang biasa Anda lakukan karena ditakutkan tubuh tidak mampu melakukannya.

5. Perhatikan juga lama tidur

Tips terakhir agar tetap bisa olahraga saat puasa adalah perhatikan waktu tidur. Orang dewasa memerlukan waktu tidur sekitar 7-9 jam per hari. Waktu tidur yang kurang dapat mempengaruhi kinerja tubuh. Tidur siang mungkin kadang diperlukan untuk mempertahankan kondisi tubuh tetap sehat. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00