Sandiaga Minta Warga Tidak Berwisata Saat Libur Lebaran

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/3/2021). Rapat tersebut membahas dampak pemotongan anggaran APBN TA 2021, sebesar Rp300 miliar sesuai Raker pada 26 Januari 2021 serta membahas isu-isu strategis pariwisata dan ekraf seperti hibah pariwisata, perkembangan peraturan turunan UU Ekraf, konsep destinasi wisata terintegrasi dengan destinasi prioritas dan super prioritas. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.

KBRN, Makassar : Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan masyarakat tidak diperbolehkan untuk berwisata di luar kota selama larangan mudik diberlakukan.

Hal itu dijelaskannya saat Program Mata Najwa yang disiarkan Trans 7, Rabu (14/4/2021) malam.

Awalnya, Najwa Shihab bertanya mengenai larangan mudik yang dirasa warga tidak berbanding lurus dengan diperbolehkannya wisata. 

"Hanya minta kejelasan, karena sekarang banyak, 'Oh, saya enggak mau mudik kok, cuma mau ke Borobudur, kebetulan di Borobudur belakangnya rumah saya', kesannya sekarang ada pengertian yang mungkin harus diluruskan, tetap tidak boleh keluar kota untuk berwisata, begitu?" tanya Najwa seperti dikutip dari YouTube Najwa Shihab, Kamis (15/4/2021).

Kemudian, Sandiaga Uno mempertegas jika interpretasi yang dianut warga seperti itu tidak diperbolehkan.

"Menurut saya itu adalah satu interpretasi yang tidak diperbolehkan, yang diperbolehkan adalah berkegiatan dalam lingkup PPKM Skala Mikro, jadi cukup jelas tentunya," katanya.

Untuk itu, lanjutnya, Kemenparekraf terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan pengelola destinasi wisata untuk memastikan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Hanya minta kejelasan, karena sekarang banyak, 'Oh, saya enggak mau mudik kok, cuma mau ke Borobudur, kebetulan di Borobudur belakangnya rumah saya', kesannya sekarang ada pengertian yang mungkin harus diluruskan, tetap tidak boleh keluar kota untuk berwisata, begitu?" tanya Najwa.

"Betul, jadi interpretasi seperti itu tentunya menurut saya adalah satu interpretasi yang tidak diperbolehkan, yang diperbolehkan adalah berkegiatan dalam lingkup PPKM Skala Mikro, jadi cukup jelas tentunya," kata Sandiaga

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Pemerintah telah melarang masyarakat melakukan aktivitas mudik lebaran 2021 pada 6-17 Mei 2021 demi mencegah penyebaran Covid-19.

Namun sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy untuk membahas persiapan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif selama menghadapi momentum libur lebaran.

“Kami berkoordinasi berkenaan dengan topik-topik terkini. Dan, sekarang kami menyiapkan opsi-opsi staycation, opsi-opsi pariwisata dalam bingkai PPKM skala mikro termasuk juga penyediaan produk-produk ekonomi kreatif untuk mengganti kehadiran secara fisik masyarakat di kampung halaman,” kata Menparekraf setelah pertemuan tersebut di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, di Jakarta Pusat, Kamis (1/4/2021) lalu.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, mengatakan meskipun momentum mudik libur lebaran ditiadakan, tetapi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tetap perlu digeliatkan dengan memilih destinasi yang ada di wilayah masing-masih dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Harus diketahui, bahwa tujuan kita meniadakan mudik memang untuk menekan penyebaran dan penularan COVID-19, tapi bukan membuat kegiatan ekonomi khususnya di sektor parekraf juga terhenti,” kata MenkoPMK Muhadjir.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00