Kuasa Hukum Kusmahadi Optimis Hakim Akan Bebaskan Kliennya

KBRN, Makassar : Ketua Tim Penasehat Hukum Kusmahadi Setya Jaya, Andi Muhammad Aron optimis Majelis Hakim akan membebaskan klien-nya yang tersandung dalam kasus dugaan penyelewengan dana di PT. Nusantara Terminal Service (PT. NTS) anak perusahaan dari Pelindo IV.

Hal itu, setelah melihat jawaban Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas eksepsi yang dibacakan Tim Penasehat Hukum Kusmahadi Setya telah keluar dari konteks perkara.  

"JPU, saya nilai telah keluar dari konteks eksepsi yang kami berikan. Karena, kamikan telah jelaskan pada eksepsi, bahwasanya semua yang disangkakan JPU semuanya perbuatan dari almarhum Aspar yang ada di kota Palu. Semoga Majelis Hakim melihat materil formil dari eksepsi kami, bahwasanya ini memang locus dedikti di Palu, dan pelaku terkait permasalahan ini adalah almarhum, " kata Aron kepada awak media setelah mengikuti sidang jawaban  eksepsi JPU di pengadilan Negeri Makassar, Kamis (11/02/2021) kemarin.

Aron juga berharap, Majelis Hakim agar membebaskan kliennya karena locus dedikti berada di Palu, Sulawesi Tengah. Apalagi, diduga ada sejumlah kejanggalan dalam perkara tersebut. 

Lanjut Aron, syarat formil surat dakwaan tidak terpenuhi dan seharusnya dinyatakan batal demi hukum karena telah salah mengajukan person (error in persona) dalam perkara ini. 

Tidak hanya itu, Aron juga mengungkapkan bahwa perkara yang dituduhkan kepada terdakwa sebelumnya pernah diperiksa melalui proses penyidikan di Polda Sulsel sehingga permasalahan hukum prosesnya telah dianggap  selesai dan daluarsa. 

Berdasarkan surat dari Polda Sulsel tertanggal 14 Mei 2019 dalam Point 2F, kata Aron, telah dijelaskan bahwa seluruh laporan PT. Pelindo IV terhadap 5 peristiwa hukum, tidak ditemukan perbuatan pidana yang dilakukan oleh Dirut PT. Nusantara Terminal Service (PT. NTS) yang mana saat itu dijabat oleh terdakwa, Kusmahadi Setya.

"Jadi pada intinya, mudah-mudahan dapat dilihat nyata dalam apa yang ada di berkas perkara bahwasanya inikan perbuatan dari pada almarhum Aspar saya rasa kita paham mengenai permasalahan yang terjadi disini dan menemukan hukum yang tidak dibuat-buat. Saya bukan bilang menang tapikan perbuatanya bukan dia yang melakukan seperti itu, bisa terungkap benar dari pada perbuatan saudara almarhum, " katanya

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diwakili oleh Madi menjelaskan jika pihaknya tidak sepenuhnya menanggapi eksepsi terdakwa yang sebelumnya telah dibacakan dalam persidangan yang digelar Kamis pekan lalu.

“Pada intinya kami tidak menanggapi terlalu jauh eksepsi terdakwa karena sudah masuk dalam materi pokok perkara,” kata Madi yang ditemui usai sidang agenda pembacaan jawaban JPU terhadap eksepsi terdakwa, Kamis (11/2/2021).

Madi menegaskan JPU menyerahkan segala keputusan nantinya pada Majelis Hakim yang rencananya akan membacakan putusan sela pada sidang Kamis mendatang.

“Kita harap dalam putusan sela mendukung dakwaan dan sidang akan dilanjut dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Itu harapan kami dari JPU,” ujar Madi.

Sekedar diketahui, dalam perkara tindak pidana korupsi dugaan penyelewengan dana anak perusahaan PT. Pelindo IV telah menjerat dua orang terdakwa yakni Kusmahadi selaku Direktur PT Nusantara Terminal Service (PT NTS) dan M. Riandy yang merupakan salah satu staf Pemasaran dan Operasional PT Pelindo IV.

Kusmahadi maupun Riandy dituding terlibat dalam perkara dugaan korupsi di 5 item proyek yang berlangsung pada Juni 2016 hingga September 2018 dan diduga telah menyebabkan kerugian negaras sebesar Rp 16,8 Milyar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00